Sunday, June 22, 2014

Manusia dan Harapan


Harapan atau asa adalah bentuk dasar dari kepercayaan akan sesuatu yang diinginkan akan didapatkan atau suatu kejadian akan bebuah kebaikan di waktu yang akan datang. Pada umumnya harapan berbentuk abstrak, tidak tampak, namun diyakini bahkan terkadang, dibatin dan dijadikan sugesti agar terwujud.Namun ada kalanya harapan tertumpu pada seseorang atau sesuatu.Pada praktiknya banyak orang mencoba menjadikan harapannya menjadi nyata dengan cara berdoa atau berusaha.
Beberapa pendapat menyatakan bahwa esensi harapan berbeda dengan "berpikir positif" yang merupakan salah satu cara terapi/ proses sistematis dalam psikologi untuk menangkal "pikiran negatif" atau "berpikir pesimis".
Kalimat lain "harapan palsu" adalah kondisi dimana harapan dianggap tidak memiliki dasar kuat atau berdasarkan khayalan serta kesempatan harapan tersebut menjadi nyata sangatlah kecil.
Menaklukan Hambatan Dalam Mencapai Tujuan
Apa definisi kesuksesan bagi anda? Sukses adalah dapat meraih impian yang telah diimpikan, tercapai keinginan. Itu hanyalah paradigma beberapa orang. Sebenarnya kesuksesan itu adalah mampu bertahan dan melewati segala hambatan rintangan yang ada dalam menuju sebuah tujuan. Itulah definisi kesuksesan yang harus kita jadikan bahan renungan agar dapat sukses.
Dalam hidup ini jika ingin mencapai suatu tujuan, baik itu tujuan dalam hal karier, studi, cinta, dan banyak lagi hal lainnya, tidak tertutup kemungkinan bagi kita akan menghadapi suatu problema yang disebut hambatan atau kesulitan. Tidak ada jalan yang mudah bagi seseorang untuk mencapai suatu tujuan, ketekunan dan niat seseorang akan diuji pada saat dia menghadapi suatu hambatan, dengan kata lain bagaimana cara dia untuk menaklukkan atau melewati hambatan itu. Jika seseorang tidak memiliki keteguhan hati maka dia akan kehilangan arah dalam hidupnya. Agar dapat menggapai apa yang telah menjadi tujuan kita itu, kita haruslah berjuang untuk melewati hambatan itu.
Dalam mencapai suatu tujuan akan banyak sekali hambatan yang akan kita hadapi, yaitu hambatan eksternal dan internal.
Hambatan Internal
Hambatan yang berasal dari dalam diri kita sendiri hal ini dapat berupa pikiran-pikiran yang dapat mempengaruhi kita,seperti:
Rasa Malas
Orang yang malas adalah orang yang indispliner, orang-orang seperti ini sangat mudah dalam membuat sebuah komitmen namun sangat sulit dalam menjalani komitmennya itu dan tidak dievaluasi. Malas dalam berpikir, bekerja, bertindak. Bagaimana mungkin bisa meraih impian yang ingin dicapai jika seseorang itu malas untuk memulai, malas untuk bertahan dan juga malas dalam melaksanakan mimpinya itu. Untuk mengatasi hal ini harus datang dari dalam diri sendiri, harus menanamkan sikap disiplin dan niat yang tinggi agar dapat mengatasi hambatan ini.
Rasa Takut
Rasa takut adalah suatu hal yang manusiawi jika dimiliki oleh seseorang, maka apabila rasa takut itu terlalu berlebihan atau salah diartikan maka perasaan tersebut akan menahan seseorang untuk bergerak kearah impian. Orang yang seperti ini seperti mengaku kalah sebelum maju ke medan perang.Untuk mengatasi rasa takut ini adalah cobalah untuk berbicara ke dari hati ke hati bersama seseorang yang dipercaya (curhat). Bisa juga dengan menuliskannya kedalam sebuah tulisan jika cara ini juga kurang berhasil, ada baiknya kita berbicara kepada seseorang yang pernah mengalami hal ini dan berhasil mengatasi rasa takutnya.
Rasa Malu
Rasa malu disebabkan karena rendahnya sikap self esteem atau kemampuan menghargai diri sendiri. Ada beberapa orang yang sering kali salah menempatkan rasa malu. Dia merasa malu karena memiliki kekurangan dalam hal fisik ataupun mental, tidak percaya diri sehingga tidak dapat mengoptimalkan potensi yang dimilikinya. Maka dari itu tempatkanlah rasa malu pada tempat dan waktu yang benar, seperti malu untuk berbuat curang dan malu untuk menipu, rasa malu seperti inilah yang harusnya dikembangkan.
Rasa Puas Diri
Kesuksesan, kepandaian dan kenyamannan pun bisa menjadi salah satu faktor yang dapat menjadi penghambat. Kadang kala orang yang telah merasa sangat nyaman dengan posisinya sekarang dapat terbutakan oleh rasa puas dan bangga sehingga menyebabkan orang tersebut tidak terdorong untuk menjadi kreatif untuk mencoba hal baru, untuk belajar hal baru dan menciptakan sesuatu yang baru. Jadi agar dapat berjalan menuju sukses kita harus dapat mengatur rasa puas diri yang ada pada diri kita.
Putus Asa
Masalah-masalah yang sering kali muncul seperti kegagalan, kesulitan, kekalahan dan kerugian memang menyakitkan. Akan tetapi bukan berarti bahwa keinginan kita harus terhenti karena masalah tersebut, kita harus dapat mengubah hal ini menjadi suatu dorongan agar dapat lebih kreatif dalam pemecahan masalah. Bagaimana kita bisa menggapai sukses apabila kita melihat sebuah kegagalan kecil itu seperti sebuah gunung yang sangat besar.
Rasa puas diri dan putus asa ini dapat diibaratkan seperti pedang bermata dua, artinya jika seseorang mendapatkan hambatan ini dia akan kehilangan keseimbangan atau minat untuk mengejar impian, tetapi apabila dia berhasil mengatasinya dia akan menjadi sombong atau takabur. Maka dari itu pengendalian diri juga sangat dibutuhkan dalam mengatasi hambatan-hambatan yang ada.
Selalu berpikiran Pesimis
Banyak orang jika ingin melakukan sesuatu dia akan ragu terlebih dahulu, akan banyak keraguan yang akan muncul seperti, Apakah saya dapat melakukannya? Bagaimana kalau saya gagal? Pertanyaan-pertanyaan seperti itulah yang kerap kali muncul dalam benak orang-orang. Jika kita berpikiran seperti ini bagaimana bisa kita dapat meraih sukses itu, karena kita telah berpikir tidak dapat mengerjakannya atau negative thinking. Jadi jika ingin sukses maka tetapkanlah dalam hati kita bahwa kita dapat dan mampu melakukannya.
Kebiasaan Menunda Pekerjaan
Masih ada waktu 3 hari lagi untuk mengerjakan tugas, santai saja dulu. Tugasnya hanya sedikit, nanti saja baru dikerjakan. Pernahkah anda berpikiran seperti ini? Kalau iya, sebaiknya mulai sekarang anda mulai membuang pikiran itu jauh-jauh, karena hanya akan meracuni pikiran anda.
Sebagai saran sebaiknya anda mulai membuat daftar kerja sehingga tidak perlu ada lagi yang ditunda, segeralah kerjakan tugas itu, jangan menunggu hari esok.
Kurang Fokus
Kita akan mudah sekali lupa atau bosan jika sukses atau impian kita tidak kunjung tercapai. Selalu kunjungi impian kalian setiap hari agar tidak kehilangan arah atau fokus. Bila perlu pada saat bercermin katakanlah pada dirimu yang ada di dalam cermin, apa impianmu dan apa yang harus anda kejar.
Hambatan Eksternal
Hambatan ini adalah segala sesuatu yang berada di luar diri seperti kondisi fisik, lingkungan,ekonomi,keluarga dan lain sebagainya. Jika seseorang tidak dapat mengatasi hambatan internal dalam dirinya maka dia tidak akan dapat mengatasi hambatan eksternal ini. Maka mulailah dari diri sendiri jika ingin melangkah ke jalan menuju impian.

No comments:

Post a Comment

Pengertian ERP, Macam-macam ERP dan Mengaplikasikan ERP

  ERP (Enterprise Resource Planning) Merupakan sebuah software yang berfungsi untuk mengelola berbagai aktivitas manajemen proses bisnis d...