Sunday, June 29, 2014

Cerpen Manusia dan Tanggung Jawab

Ada sebuah keluarga mempunyai anak semata wayang. Ayah dan ibu sibuk bekerja dan cenderung memanjakan si anak dengan berbagai fasilitas. Hal tersebut membuat si anak tumbuh menjadi anak yang manja, malas, dan pandai berdalih untuk menghindari segala macam tanggung jawab.       Setiap kali si ibu menyuruh membersihkan kamar atau sepatunya sendiri, ia dengan segera menjawab, "Aaaah Ibu. Kan ada si bibi yang bisa mengerjakan semua itu. Lagian, untuk apa dibersihkan, toh nanti kotor lagi." Demikian pula jika diminta untuk membantu membersihkan rumah atau tugas lain saat si pembantu pulang, anak itu selalu berdalih dengan berbagai alasan yang tidak masuk akal.

      Ayah dan ibu sangat kecewa dan sedih melihat kelakuan anak tunggal mereka. Walaupun tahu bahwa seringnya memanjakan anaklah yang menjadi penyebab sang anak berbuat demikian. Mereka pun kemudian berpikir keras, bagaimana cara merubah sikap si anak? Mereka pun berniat memberi pelajaran kepada anak tersebut. 

 

     Suatu hari, atas kesepakatan bersama, uang saku yang rutin diterima setiap hari, pagi itu tidak diberikan. Si anak pun segera protes dengan kata-kata kasar, "Mengapa Papa tidak memberiku uang saku? Mau aku mati kelaparan di sekolah ya?"  Sambil tersenyum si ayah menjawab, "Untuk apa uang saku, toh nanti habis lagi?"

     Demikian pula saat sarapan pagi, dia duduk di meja makan tetapi tidak ada makanan yang tersedia. Anak itu pun kembali berteriak protes, "Ma, lapar nih. Mana makanannya? Aku buru-buru mau ke sekolah."

"Untuk apa makan? Toh nanti lapar lagi?" jawab si ibu tenang.

     Sambil kebingungan, si anak berangkat ke sekolah tanpa bekal uang dan perut kosong. Seharian di sekolah, dia merasa tersiksa, tidak bisa berkonsentrasi karena lapar dan jengkel. Dia merasa kalau orangtuanya sekarang sudah tidak lagi menyayanginya.


     Pada malam hari, sambil menyiapkan makan malam, sang ibu berkata, "Anakku. Saat akan makan, kita harus menyiapkan makanan di dapur. Setelah itu, ada tanggung jawab untuk membersihkan perlengkapan kotor. Tidak ada alasan untuk tidak mengerjakannya dan akan terus begitu selama kita harus makan untuk kelangsungan hidup. Sekarang makan, besok juga makan lagi. Hari ini mandi, nanti kotor, dan harus juga mandi lagi. Hidup adalah rangkaian tanggung jawab, setiap hari harus mengulangi hal-hal baik. Jangan berdalih, tidak mau melakukan ini itu karena dorongan kemalasan kamu. Ibu harap kamu mengerti."

Si anak menganggukkan kepala, "Ya Ayah-Ibu, saya mulai mengerti. Saya juga berjanji untuk tidak akan mengulangi lagi."
Itulah cerpen dengan makna tanggung jawab yang mengajari anak dalam hal hal kecil.

Manusia dan Harapan

Harapan atau asa adalah bentuk dasar dari kepercayaan akan sesuatu yang diinginkan akan didapatkan atau suatu kejadian akan bebuah kebaikan di waktu yang akan datang. Pada umumnya harapan berbentuk abstrak, tidak tampak, namun diyakini bahkan terkadang, dibatin dan dijadikan sugesti agar terwujud.Namun ada kalanya harapan tertumpu pada seseorang atau sesuatu.Pada praktiknya banyak orang mencoba menjadikan harapannya menjadi nyata dengan cara berdoa atau berusaha.

Beberapa pendapat menyatakan bahwa esensi harapan berbeda dengan "berpikir positif" yang merupakan salah satu cara terapi/ proses sistematis dalam psikologi untuk menangkal "pikiran negatif" atau "berpikir pesimis".

Kalimat lain "harapan palsu" adalah kondisi dimana harapan dianggap tidak memiliki dasar kuat atau berdasarkan khayalan serta kesempatan harapan tersebut menjadi nyata sangatlah kecil.

Menaklukan Hambatan Dalam Mencapai Tujuan

Apa definisi kesuksesan bagi anda? Sukses adalah dapat meraih impian yang telah diimpikan, tercapai keinginan. Itu hanyalah paradigma beberapa orang. Sebenarnya kesuksesan itu adalah mampu bertahan dan melewati segala hambatan rintangan yang ada dalam menuju sebuah tujuan. Itulah definisi kesuksesan yang harus kita jadikan bahan renungan agar dapat sukses.
Dalam hidup ini jika ingin mencapai suatu tujuan, baik itu tujuan dalam hal karier, studi, cinta, dan banyak lagi hal lainnya, tidak tertutup kemungkinan bagi kita akan menghadapi suatu problema yang disebut hambatan atau kesulitan. Tidak ada jalan yang mudah bagi seseorang untuk mencapai suatu tujuan, ketekunan dan niat seseorang akan diuji pada saat dia menghadapi suatu hambatan, dengan kata lain bagaimana cara dia untuk menaklukkan atau melewati hambatan itu. Jika seseorang tidak memiliki keteguhan hati maka dia akan kehilangan arah dalam hidupnya. Agar dapat menggapai apa yang telah menjadi tujuan kita itu, kita haruslah berjuang untuk melewati hambatan itu.
Dalam mencapai suatu tujuan akan banyak sekali hambatan yang akan kita hadapi, yaitu hambatan eksternal dan internal.

Hambatan Internal

Hambatan yang berasal dari dalam diri kita sendiri hal ini dapat berupa pikiran-pikiran yang dapat mempengaruhi kita,seperti:
Rasa Malas

Orang yang malas adalah orang yang indispliner, orang-orang seperti ini sangat mudah dalam membuat sebuah komitmen namun sangat sulit dalam menjalani komitmennya itu dan tidak dievaluasi. Malas dalam berpikir, bekerja, bertindak. Bagaimana mungkin bisa meraih impian yang ingin dicapai jika seseorang itu malas untuk memulai, malas untuk bertahan dan juga malas dalam melaksanakan mimpinya itu. Untuk mengatasi hal ini harus datang dari dalam diri sendiri, harus menanamkan sikap disiplin dan niat yang tinggi agar dapat mengatasi hambatan ini.

Rasa Takut
Rasa takut adalah suatu hal yang manusiawi jika dimiliki oleh seseorang, maka apabila rasa takut itu terlalu berlebihan atau salah diartikan maka perasaan tersebut akan menahan seseorang untuk bergerak kearah impian. Orang yang seperti ini seperti mengaku kalah sebelum maju ke medan perang.Untuk mengatasi rasa takut ini adalah cobalah untuk berbicara ke dari hati ke hati bersama seseorang yang dipercaya (curhat). Bisa juga dengan menuliskannya kedalam sebuah tulisan jika cara ini juga kurang berhasil, ada baiknya kita berbicara kepada seseorang yang pernah mengalami hal ini dan berhasil mengatasi rasa takutnya.

Rasa Malu

Rasa malu disebabkan karena rendahnya sikap self esteem atau kemampuan menghargai diri sendiri. Ada beberapa orang yang sering kali salah menempatkan rasa malu. Dia merasa malu karena memiliki kekurangan dalam hal fisik ataupun mental, tidak percaya diri sehingga tidak dapat mengoptimalkan potensi yang dimilikinya. Maka dari itu tempatkanlah rasa malu pada tempat dan waktu yang benar, seperti malu untuk berbuat curang dan malu untuk menipu, rasa malu seperti inilah yang harusnya dikembangkan.

Rasa Puas Diri

Kesuksesan, kepandaian dan kenyamannan pun bisa menjadi salah satu faktor yang dapat menjadi penghambat. Kadang kala orang yang telah merasa sangat nyaman dengan posisinya sekarang dapat terbutakan oleh rasa puas dan bangga sehingga menyebabkan orang tersebut tidak terdorong untuk menjadi kreatif untuk mencoba hal baru, untuk belajar hal baru dan menciptakan sesuatu yang baru. Jadi agar dapat berjalan menuju sukses kita harus dapat mengatur rasa puas diri yang ada pada diri kita.
 
Putus Asa

Masalah-masalah yang sering kali muncul seperti kegagalan, kesulitan, kekalahan dan kerugian memang menyakitkan. Akan tetapi bukan berarti bahwa keinginan kita harus terhenti karena masalah tersebut, kita harus dapat mengubah hal ini menjadi suatu dorongan agar dapat lebih kreatif dalam pemecahan masalah. Bagaimana kita bisa menggapai sukses apabila kita melihat sebuah kegagalan kecil itu seperti sebuah gunung yang sangat besar.
Rasa puas diri dan putus asa ini dapat diibaratkan seperti pedang bermata dua, artinya jika seseorang mendapatkan hambatan ini dia akan kehilangan keseimbangan atau minat untuk mengejar impian, tetapi apabila dia berhasil mengatasinya dia akan menjadi sombong atau takabur. Maka dari itu pengendalian diri juga sangat dibutuhkan dalam mengatasi hambatan-hambatan yang ada.

Selalu berpikiran Pesimis

Banyak orang jika ingin melakukan sesuatu dia akan ragu terlebih dahulu, akan banyak keraguan yang akan muncul seperti, Apakah saya dapat melakukannya? Bagaimana kalau saya gagal? Pertanyaan-pertanyaan seperti itulah yang kerap kali muncul dalam benak orang-orang. Jika kita berpikiran seperti ini bagaimana bisa kita dapat meraih sukses itu, karena kita telah berpikir tidak dapat mengerjakannya atau negative thinking. Jadi jika ingin sukses maka tetapkanlah dalam hati kita bahwa kita dapat dan mampu melakukannya.

Kebiasaan Menunda Pekerjaan

Masih ada waktu 3 hari lagi untuk mengerjakan tugas, santai saja dulu. Tugasnya hanya sedikit, nanti saja baru dikerjakan. Pernahkah anda berpikiran seperti ini? Kalau iya, sebaiknya mulai sekarang anda mulai membuang pikiran itu jauh-jauh, karena hanya akan meracuni pikiran anda.
Sebagai saran sebaiknya anda mulai membuat daftar kerja sehingga tidak perlu ada lagi yang ditunda, segeralah kerjakan tugas itu, jangan menunggu hari esok.

Kurang Fokus

Kita akan mudah sekali lupa atau bosan jika sukses atau impian kita tidak kunjung tercapai. Selalu kunjungi impian kalian setiap hari agar tidak kehilangan arah atau fokus. Bila perlu pada saat bercermin katakanlah pada dirimu yang ada di dalam cermin, apa impianmu dan apa yang harus anda kejar.

Hambatan Eksternal

Hambatan ini adalah segala sesuatu yang berada di luar diri seperti kondisi fisik, lingkungan,ekonomi,keluarga dan lain sebagainya. Jika seseorang tidak dapat mengatasi hambatan internal dalam dirinya maka dia tidak akan dapat mengatasi hambatan eksternal ini. Maka mulailah dari diri sendiri jika ingin melangkah ke jalan menuju impian.

Sunday, June 22, 2014

Manusia dan Tanggung Jawab


Pengertian dari:
Hak adalah segala sesuatu yang harus di dapatkan oleh setiap orang yang telah ada sejak lahir bahkan sebelum lahir. Di dalam Kamus Bahasa Indonesia hak memiliki pengertian tentang sesuatu hal yang benar, milik, kepunyaan, kewenangan, kekuasaan untuk berbuat sesuatu (karena telah ditentukan oleh undang-undang, aturan, dsb), kekuasaan yang benar atas sesuatu atau untuk menuntut sesuatu, derajat atau martabat. Sedangkan kewajiban adalah sesuatu yang wajib dilaksanakan, keharusan (sesuatu hal yang harus dilaksanakan). Di dalam perjalanan sejarah, tema hak relatif lebih muda usianya dibandingkan dengan tema kewajiban, walaupun sebelumnya telah lahir . Tema hak baru “lahir” secara formal pada tahun 1948 melalui Deklarasi HAM PBB, sedangkan tema kewajiban (bersifat umum) telah lebih dahulu lahir melalui ajaran agama di mana manusia berkewajiban menyembah Tuhan, dan berbuat baik terhadap sesama.
Kewajiban adalah segala sesuatu yang dianggap sebagai suatu keharusan uang hukumnya wajib untuk dilaksanakan oleh individu sebagai anggota warga negara guna mendapatkan hak yang pantas untuk didapat. Kewajiban pada umumnya mengarah pada suatu keharusan/kewajiban bagi individu dalam melaksanakan peran sebagai anggota warga negara guna mendapat pengakuan akan hak yang sesuai dengan pelaksanaan kewajiban tersebut.
Hak dan kewajiban merupakan suatu hal yang terikat satu sama lain, sehingga dalam praktik harus dijalankan dengan seimbang. Jika hak dan kewajiban tidak berjalan secara seimbang dalam praktik kehidupan, maka akan terjadi suatu ketimpangan dalam pelaksanaan kehidupan individu baik dalam kehidupan bermasyarakat , berbangsa , maupun bernegara.
Ketimpangan hak dan kewajiban yang terjadi akan menimbulkan gejolak dalam kehidupan baik dari kalangan individu maupun kelompok. Gejolak tersebut merupakan bentuk ketidakpuasan atas tidak berjalannya hak dan kewajiban secara seimbang. Oleh karena itu, untuk menghindari adanya gejolak pada masyarakat mengenai ketimpangan akan hak dan kewajiban tersebut diperlukan kesadaran secara mendasar pada individu akan kewajiban yang harus dipenuhi guna mendapatkan hak yang pantas dan sesuai atas pelaksanaan kewajiban tersebut.
Pasal 27 ayat 2 UUD 1945 berbunyi “Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.” Pasal tersebut menjelaskan bahwa setiap individu sebagai anggota warga negara berhak untuk mendapatkan pekerjaan serta kehidupan yang layak dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara .

Lapangan pekerjaan merupakan sarana yang dibutuhkan guna menghasilkan pendapatan yang akan digunakan dalam pemenuhan kehidupan yang layak. Penghidupan yang layak diartikan sebagai kemampuan dalam melakukan pemenuhan kebutuhan dasar, seperti pangan (makanan), sandang (pakaian), dan papan (tempat tinggal).
WEWENANG adalah hak untuk melakukan sesuatu atau memerintah orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu agar mencapai tujuan tertentu.
Ada 2 pandangan mengenai sumber wewenang, yaitu :
1. Formal, bahwa wewenang di anugerahkan karena seseorang diberi atau dilimpahkan/diwarisi hal tersebut.
2. Penerimaan, bahwa wewenang seseorang muncul hanya bila hal itu diterima oleh kelompok/individu kepada siapa wewenang tersebut dijalankan.
TANGGUNG JAWAB

Pengertian tanggung jawab dalam Kamus Umum Bahasa Besar Indonesia adalah keadaan dimana wajib menanggung segala sesuatu, sehingga berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya. Adapun tanggung jawab secara definisi merupakan kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatan baik yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban.
Tanggung jawab bersifat kodrati, yang artinya tanggung jawab itu sudah menjadi bagian kehidupan manusia bahwa setiap manusia dan yang pasti masing-masing orang akan memikul suatu tanggung jawabnya sendiri-sendiri. Apabila seseorang tidak mau bertanggung jawab, maka tentu ada pihak lain yang memaksa untuk tindakan tanggung jawab tersebut. Dengan demikian tanggung jawab itu dapat dilihat dari dua sisi, yaitu:
1. Dari sisi yang berbuat
2. dari sisi yang kepentingan pihak lain.
Tanggung jawab adalah ciri manusia beradab (berbudaya). Manusia merasa bertanggung jawab karena ia menyadari akibat baik atau buruk perbuatannyaitu, dan menyadari pula bahwa pihak lain memerlukan pengabdian atau pengorbanannya. Untuk memperoleh atau meningkatkan kesadaran bertanggung jawab perlu ditempuh usaha melalui pendidikan, penyuluhan, keteladanan dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
B. Macam-macam Tanggung Jawab
Tujuan manusia berjuang itu untuk memenuhi keperluannya sendiri atau untuk keperluan pihak lain. Untuk itu ia menghadapi manusia lain dalam masyarakat atau menghadapi lingkungan alam. Dalam usahanya itu manusia juga menyadari bahwa ada kekuatan lain yang ikut menentukan, yaitu kekuasaan Tuhan. Dengan demikian tanggung jawab itu dapat dibedakan menurut keadaan manusia atau hubungan yang dibuatnya, atas dasar ini, lalu dikenal beberapa jenis tanggung jawab, yaitu
1) Tanggung jawab terhadap Tuhan
Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkan untuk mengisa kehidupannya manusia mempunyai tanggung jawab langsung terhadap Tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukum-hukum Tuhan yang telah diatur sedemikian rupa dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam-macam agama.
2) Tanggung jawab terhadap diri sendiri

Tanggung jawab terhadap diri sendiri menentukan kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi.
3) Tanggung jawab terhadap keluarga
Keluarga merupakan masyarakat kecil. Keluarga terdiri dari suami, ister, ayah, ibu anak-anak, dan juga orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarga. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan dan kehidupan.
4) Tanggung jawab terhadap masyarakat
Pada hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia lain, sesuai dengan kedudukannya sebagai mahluk sosial. Karena membutuhkan manusia lain maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain. Sehingga dengan demikian manusia disini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat yang lain agar dapat melangsungkan hidupnya dalam masyrakat tersebut. Wajarlah apabila segala tingkah laku dan perbuatannya harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat.

5) Tanggung jawab kepada Bangsa / Negara
Suatu kenyataan lagi, bahwa tiap manusia, tiap individu adalah warga negara suatu negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan itu salah, maka ia harus bertanggung jawab kepada Negara.
Kewarganegaraan merupakan keanggotaan seseorang dalam kontrol satuan politik tertentu (secara khusus: negara) yang dengannya membawa hak untuk berpartisipasi dalam kegiatan politik. Seseorang dengan keanggotaan yang demikian disebut warga negara. Seorang warga negara berhak memiliki paspor dari negara yang dianggotainya.

Kewarganegaraan merupakan bagian dari konsep kewargaan (bahasa Inggris: citizenship). Di dalam pengertian ini, warga suatu kota atau kabupaten disebut sebagai warga kota atau warga kabupaten, karena keduanya juga merupakan satuan politik. Dalam otonomi daerah, kewargaan ini menjadi penting, karena masing-masing satuan politik akan memberikan hak (biasanya sosial) yang berbeda-beda bagi warganya.

Kewarganegaraan memiliki kemiripan dengan kebangsaan (bahasa Inggris: nationality). Yang membedakan adalah hak-hak untuk aktif dalam perpolitikan. Ada kemungkinan untuk memiliki kebangsaan tanpa menjadi seorang warga negara (contoh, secara hukum merupakan subyek suatu negara dan berhak atas perlindungan tanpa memiliki hak berpartisipasi dalam politik). Juga dimungkinkan untuk memiliki hak politik tanpa menjadi anggota bangsa dari suatu negara.

Di bawah teori kontrak sosial, status kewarganegaraan memiliki implikasi hak dan kewajiban. Dalam filosofi "kewarganegaraan aktif", seorang warga negara disyaratkan untuk menyumbangkan kemampuannya bagi perbaikan komunitas melalui partisipasi ekonomi, layanan publik, kerja sukarela, dan berbagai kegiatan serupa untuk memperbaiki penghidupan masyarakatnya. Dari dasar pemikiran ini muncul mata pelajaran Kewarganegaraan
 
Pengertian Masyarakat dan Pengelompokannya
Masyarakat juga biasa dibedakan menurut suku, ras, dan chiefdom. Selain itu masyarakat biasa dibedakan menurut mata pencaharian diwilayahnya. Menurut para pakar Pengertian Masyarakat dibedakan menjadi masyarakat pemburu, masyarakat pastoral nomadis, masyarakat cocok tanam dan masyarakat peradaban. Masyarakat peradaban adalah masyarakat yang sudah melakukan perubahan dalam artian menyesuaikan lingkungan alam dengan kehidupan yang selayaknya diterapkan untuk kehidupan yang lebih maju.
Masyarakat akan berjalan apabila komponen-komponen didalamnya berjalan lancar. apabila tidak bisa dipastikan akan terjadinya sebuah keruntuhan didalam masyarakat itu. Meskipun itu adalah komponen kecil seperti keluarga, akan bisa menghancurkan sebuah masyarakat. Jadi aturan-aturan tentang persamaan harus dimasukkan guna mengatur dan mengakomodir masyarakat.
Dengan hal diatas harus dipastikan seorang pemimpin harus bijak dan bisa diterima didalam masyarakat itu sendiri. kalau tidak pasti akan ada yang namany demo, penurunan jabatan, protes warga dan hal-hal yang pada intinya ingin menurunkan jabatan pemimpin masyarakat.
Pengertian Masyarakat juga bisa dibedakan menjadi masyarakat non industrial dan masyarakat industrial. masyarakat non industrial biasanya adalah masyarakat yang masih menerapakan sistem cocok tanam, didalamnya, seperti bertani dan masih bisa dibilang belum kota, masih kampung. sedangkan masyarakat industrial adalah masyarakat yang sudah maju, masyarakat yang hidupnya tergantung oleh pekerjaan pabrik, dan semua yang hubungannya dengan yang serba instan.
Hak dan kewajiban warga negara Indonesia tercantum dalam Pasal 27 sampai pasal 34 UUD 1945. Bebarapa hak warga negara Indonesia antara lain sebagai berikut :

a. Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak.

b. Hak membela negara

c. Hak berpendapat

d. Hak kemerdekaan memeluk agama

e. Hak mendapatkan pengajaran

f. Hak utuk mengembangkan dan memajukan kebudayaan nasionalIndonesia

g. Hak ekonomi untuk mendapat kan kesejahteraan sosial

h. Hak mendapatkan jaminan keadilan sosial

Sedangkan kewajiban warga negara Indonesia terhadap negara Indonesiaadalah :

a. Kewajiban mentaati hukum dan pemerintahan

b. Kewajiban membela negara

c. Kewajiban dalam upaya pertahanan negara

Selain itu ditentuakan pula hak dan kewajiban negara terhadap warganegara. Hak dan kewajiban negara terhadap warga negara pada dasarnya merupakan hak dan kewajiban warga negara terhadap negara. Beberapa ketentuan tersebut, anatara lain sebagai berikut :

a. Hak negara untuk ditaati hukum dan pemerintah

b. Hak negara untuk dibela

c. Hak negara untuk menguasai bumi, air , dan kekayaan untuk kepentingan rakyat

d. Kewajiban negara untuk menajamin sistem hukum yang adil

e. Kewajiban negara untuk menjamin hak asasi warga negara

f. Kewajiban negara mengembangkan sistem pendidikan nasional untuk rakyat

g. Kewajiban negara meberi jaminan sosial

h. Kewajiban negara memberi kebebasan beribadah

Secara garis besar, hak dan kewajiban warga negara yang telah tertuang dalam UUD 1945 mencakup berbagai bidang . Bidang –bidang ini antara lain, Bidang politik dan pemerintahan, sosial, keagamaan, pendidikan, ekonomi, dan pertahanan.

Manusia dan Harapan


Harapan atau asa adalah bentuk dasar dari kepercayaan akan sesuatu yang diinginkan akan didapatkan atau suatu kejadian akan bebuah kebaikan di waktu yang akan datang. Pada umumnya harapan berbentuk abstrak, tidak tampak, namun diyakini bahkan terkadang, dibatin dan dijadikan sugesti agar terwujud.Namun ada kalanya harapan tertumpu pada seseorang atau sesuatu.Pada praktiknya banyak orang mencoba menjadikan harapannya menjadi nyata dengan cara berdoa atau berusaha.
Beberapa pendapat menyatakan bahwa esensi harapan berbeda dengan "berpikir positif" yang merupakan salah satu cara terapi/ proses sistematis dalam psikologi untuk menangkal "pikiran negatif" atau "berpikir pesimis".
Kalimat lain "harapan palsu" adalah kondisi dimana harapan dianggap tidak memiliki dasar kuat atau berdasarkan khayalan serta kesempatan harapan tersebut menjadi nyata sangatlah kecil.
Menaklukan Hambatan Dalam Mencapai Tujuan
Apa definisi kesuksesan bagi anda? Sukses adalah dapat meraih impian yang telah diimpikan, tercapai keinginan. Itu hanyalah paradigma beberapa orang. Sebenarnya kesuksesan itu adalah mampu bertahan dan melewati segala hambatan rintangan yang ada dalam menuju sebuah tujuan. Itulah definisi kesuksesan yang harus kita jadikan bahan renungan agar dapat sukses.
Dalam hidup ini jika ingin mencapai suatu tujuan, baik itu tujuan dalam hal karier, studi, cinta, dan banyak lagi hal lainnya, tidak tertutup kemungkinan bagi kita akan menghadapi suatu problema yang disebut hambatan atau kesulitan. Tidak ada jalan yang mudah bagi seseorang untuk mencapai suatu tujuan, ketekunan dan niat seseorang akan diuji pada saat dia menghadapi suatu hambatan, dengan kata lain bagaimana cara dia untuk menaklukkan atau melewati hambatan itu. Jika seseorang tidak memiliki keteguhan hati maka dia akan kehilangan arah dalam hidupnya. Agar dapat menggapai apa yang telah menjadi tujuan kita itu, kita haruslah berjuang untuk melewati hambatan itu.
Dalam mencapai suatu tujuan akan banyak sekali hambatan yang akan kita hadapi, yaitu hambatan eksternal dan internal.
Hambatan Internal
Hambatan yang berasal dari dalam diri kita sendiri hal ini dapat berupa pikiran-pikiran yang dapat mempengaruhi kita,seperti:
Rasa Malas
Orang yang malas adalah orang yang indispliner, orang-orang seperti ini sangat mudah dalam membuat sebuah komitmen namun sangat sulit dalam menjalani komitmennya itu dan tidak dievaluasi. Malas dalam berpikir, bekerja, bertindak. Bagaimana mungkin bisa meraih impian yang ingin dicapai jika seseorang itu malas untuk memulai, malas untuk bertahan dan juga malas dalam melaksanakan mimpinya itu. Untuk mengatasi hal ini harus datang dari dalam diri sendiri, harus menanamkan sikap disiplin dan niat yang tinggi agar dapat mengatasi hambatan ini.
Rasa Takut
Rasa takut adalah suatu hal yang manusiawi jika dimiliki oleh seseorang, maka apabila rasa takut itu terlalu berlebihan atau salah diartikan maka perasaan tersebut akan menahan seseorang untuk bergerak kearah impian. Orang yang seperti ini seperti mengaku kalah sebelum maju ke medan perang.Untuk mengatasi rasa takut ini adalah cobalah untuk berbicara ke dari hati ke hati bersama seseorang yang dipercaya (curhat). Bisa juga dengan menuliskannya kedalam sebuah tulisan jika cara ini juga kurang berhasil, ada baiknya kita berbicara kepada seseorang yang pernah mengalami hal ini dan berhasil mengatasi rasa takutnya.
Rasa Malu
Rasa malu disebabkan karena rendahnya sikap self esteem atau kemampuan menghargai diri sendiri. Ada beberapa orang yang sering kali salah menempatkan rasa malu. Dia merasa malu karena memiliki kekurangan dalam hal fisik ataupun mental, tidak percaya diri sehingga tidak dapat mengoptimalkan potensi yang dimilikinya. Maka dari itu tempatkanlah rasa malu pada tempat dan waktu yang benar, seperti malu untuk berbuat curang dan malu untuk menipu, rasa malu seperti inilah yang harusnya dikembangkan.
Rasa Puas Diri
Kesuksesan, kepandaian dan kenyamannan pun bisa menjadi salah satu faktor yang dapat menjadi penghambat. Kadang kala orang yang telah merasa sangat nyaman dengan posisinya sekarang dapat terbutakan oleh rasa puas dan bangga sehingga menyebabkan orang tersebut tidak terdorong untuk menjadi kreatif untuk mencoba hal baru, untuk belajar hal baru dan menciptakan sesuatu yang baru. Jadi agar dapat berjalan menuju sukses kita harus dapat mengatur rasa puas diri yang ada pada diri kita.
Putus Asa
Masalah-masalah yang sering kali muncul seperti kegagalan, kesulitan, kekalahan dan kerugian memang menyakitkan. Akan tetapi bukan berarti bahwa keinginan kita harus terhenti karena masalah tersebut, kita harus dapat mengubah hal ini menjadi suatu dorongan agar dapat lebih kreatif dalam pemecahan masalah. Bagaimana kita bisa menggapai sukses apabila kita melihat sebuah kegagalan kecil itu seperti sebuah gunung yang sangat besar.
Rasa puas diri dan putus asa ini dapat diibaratkan seperti pedang bermata dua, artinya jika seseorang mendapatkan hambatan ini dia akan kehilangan keseimbangan atau minat untuk mengejar impian, tetapi apabila dia berhasil mengatasinya dia akan menjadi sombong atau takabur. Maka dari itu pengendalian diri juga sangat dibutuhkan dalam mengatasi hambatan-hambatan yang ada.
Selalu berpikiran Pesimis
Banyak orang jika ingin melakukan sesuatu dia akan ragu terlebih dahulu, akan banyak keraguan yang akan muncul seperti, Apakah saya dapat melakukannya? Bagaimana kalau saya gagal? Pertanyaan-pertanyaan seperti itulah yang kerap kali muncul dalam benak orang-orang. Jika kita berpikiran seperti ini bagaimana bisa kita dapat meraih sukses itu, karena kita telah berpikir tidak dapat mengerjakannya atau negative thinking. Jadi jika ingin sukses maka tetapkanlah dalam hati kita bahwa kita dapat dan mampu melakukannya.
Kebiasaan Menunda Pekerjaan
Masih ada waktu 3 hari lagi untuk mengerjakan tugas, santai saja dulu. Tugasnya hanya sedikit, nanti saja baru dikerjakan. Pernahkah anda berpikiran seperti ini? Kalau iya, sebaiknya mulai sekarang anda mulai membuang pikiran itu jauh-jauh, karena hanya akan meracuni pikiran anda.
Sebagai saran sebaiknya anda mulai membuat daftar kerja sehingga tidak perlu ada lagi yang ditunda, segeralah kerjakan tugas itu, jangan menunggu hari esok.
Kurang Fokus
Kita akan mudah sekali lupa atau bosan jika sukses atau impian kita tidak kunjung tercapai. Selalu kunjungi impian kalian setiap hari agar tidak kehilangan arah atau fokus. Bila perlu pada saat bercermin katakanlah pada dirimu yang ada di dalam cermin, apa impianmu dan apa yang harus anda kejar.
Hambatan Eksternal
Hambatan ini adalah segala sesuatu yang berada di luar diri seperti kondisi fisik, lingkungan,ekonomi,keluarga dan lain sebagainya. Jika seseorang tidak dapat mengatasi hambatan internal dalam dirinya maka dia tidak akan dapat mengatasi hambatan eksternal ini. Maka mulailah dari diri sendiri jika ingin melangkah ke jalan menuju impian.

Monday, June 9, 2014

Tugas IBD (Senin 9/6/14)

Manusia dan Penderitaan

Latar Belakang

Pengertian Penderitaan
Penderitaan
Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau batin, atau lahir batin.
Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat ada juga yang ringan. Namun peranan individu juga menentukan berat-tidalmya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenilcmatan dan kebahagiaan.
Penderitaan akan dialami oleh semua orang, hal itu sudah merupakan "risiko" hidup. Tuhan memberikan kesenangan atau kebahagiaan kepada umatnya, tetapi juga memberikan penderitaan atau kesedihan yang kadang-kadang bennakna agar manusia sadar untuk tidak memalingkan dariNya.
Pengertian Siksaan
Siksaan atau penyiksaan (Bahasa Inggris: torture) digunakan untuk merujuk pada penciptaan rasa sakit untuk menghancurkan kekerasan hati korban. Segala tindakan yang menyebabkan penderitaan, baik secara fisik maupun psikologis, yang dengan sengaja dilakukkan terhadap seseorang dengan tujuan intimidasi, balas dendam, hukuman, sadisme, pemaksaan informasi, atau mendapatkan pengakuan palsu untuk propaganda atau tujuan politik dapat disebut sebagai penyiksaan. Siksaan dapat digunakan sebagai suatu cara interogasi untuk mendapatkan pengakuan. Siksaan juga dapat digunakan sebagai metode pemaksaan atau sebagai alat untuk mengendalikan kelompok yang dianggap sebagai ancaman bagi suatu pemerintah. Sepanjang sejarah, siksaan telah juga digunakan sebagai cara untuk memaksakan pindah agama atau cuci otak politik.
Pengertian Rasa Sakit
Rasa Sakit adalah persepsi seseorang bila merasa kesehatannya terganggu. Penyakit adalah proses fisik dan patofisiologis yang sedang berlangsung dan dapat menyebabkan keadaan tubuh atau pikiran menjadi abnormal.

Sakit dan penyakit itu beda. Seseorang dapat agak merasa sehat (tidak ada sakit maupun penyakit), namun jika merasa tak sehat, itulah sakit.

Dengan cara serupa, seseorang yang fisiknya tidak sehat bisa mengidap penyakit, namun jika merasa sepenuhnya sehat, mereka tidak sehat. Orang dapat mengidap tekanan darah tinggi yang berbahaya, maupun ancaman serangan jantung maupun stroke yang fatal, meskipun masih merasa sehat.

Model biopsikososial menjelaskan perbedaan antara proses patologis aktual yang menyebabkan penyakit, dan persepsi pasien atas kesehatan dan pengaruh sakit terhadapnya, disebut sakit

 Sakit lebih dominan menyangkut sebuah tanda dari perasaan tidak enak yang kita rasakan. kita akan menemukan obat dari rasa sakit kita apa bila kita tahu diagnosa sakit kita. dan Penyakit itu adalah terserang apakah kita, dalam artian nama sakit yang kita derita, contoh saya terserang penyakit demam berdarah, 

meski memang perbedaan antara sakit dan penyakit tidak jauh berbeda alias tipis sekali, tapi penyakit dan sakit itu sangat jelas berbeda. udah tau kan apa itu sakit, semoga artikel ini sedikit bermanfaat.


Sumber penderitaan
Salah satu penyebab timbulnya suatu penderitaan adalah keinginan. Biasanyta keinginan yang terlalu besar dan jauh di luar dari keinginan kita itu membuat kita menderita dalam bentuk psikis atau batin kita. Dapat diartikan bahwa keinginan adalah sumber penderitaan.
Bagaimana cara mengesampingkan nafsu-keinginan ini tanpa menimbulkan kebencian? Sangat sederhana: sekedar kenalilah saja tanpa menilai atau mengadilinya. Anda dapat mengkontemplasikan keinginan untuk menyingkirkannya karena Anda merasa bersalah memiliki nafsu yang bodoh ini tetapi kesampingkan saja. Anda tidak lagi melekat padanya ketika anda melihatnya sebagaimana adanya, mengenalinya hanya sebagai nafsu-keinginan.
Jadi caranya adalah dengan selalu berlatih setiap waktu dalam kehidupan sehari-hari. Bilamana anda sedang merasa tertekan dan negatif, begitu di saat anda menolak larut tenggelam dalamnya, inilah pengalaman yang mencerahkan. Ketika anda melihat-nya, anda tak perlu tenggelam dalam lautan depresi dan keputusasaan. Anda sebenarnya bahkan dapat stop dengan belajar untuk tidakmenimbang-ulang tentangnya sedikitpun.
Anda harus memahaminya sendiri melalui latihan sehingga anda dapat mengetahui sendiri bagaimana cara melepas sumber penderitaan. Dapatkah anda melepas nafsu-keinginan dengan ingin melepaskannya? Apakah yang sebenarnya melepas pada saat itu? Anda harus merenungkan pengalaman melepas dan benar benar meneliti dan menyelidiki sampai pengetahuan kebijaksanaan timbul. Teruskan sampai insight itu timbul: ‘Ah, melepas, ya, sekarang saya mengerti. Nafsu-keinginan telah dilepas.’ Bukan berarti bahwa dengan ini anda bisa melepas nafsu-keinginan selamanya, tetapi pada saat itu, anda benar-benar telah melepas dan anda telah melakukannya dengan kesadaran perhatian penuh.
Upaya Untuk Menghindarkan Penderitaan
Salah satu upaya untuk menghindari penderitaan adalah dengan mendekatkan diri pada Tuhan, sabar dan tawakal menghadapi segala cobaan yang menimbulkan penderitaan dalam diri kita.
Usaha-usaha positif di dalam menghindari timbulnya penderitaan adalah cara memperbaiki atau mempertahankan hubungan baik kita, baik hubungan manusia dengan diri kita, dengan sesama, dengan Tuhan, maupun dengan alam sekitar kita. Dengan memperbaiki hubungan kita seperti penjelasan diatas tentu penderitaan setidaknya akan jarang hadir atau bahkan tidak akan hadir menghampiri kita.
Memperbaiki hubungan dengan diri sendiri dengan cara melakukan segala aktivitas yang positif dan baik, lebih peduli terhadap kesehatan tubuh, kebersihan, dan menjaga pola makan agar tarhindar dari segala penyakit. Memenuhi kebutuhan sosia, jasmanil dan rohani agar jiwa sehat dan jauh dari kekalutan dan ketakutan yang menyebabkan timbulnya penderitaan.

Sunday, June 1, 2014

Lagi lagi Segitiga Fotografi

Eksposur/exposure atau pencahayaan adalah salah satu faktor terpenting untuk dapat menghasilkan gambar yang baik. Pengaturan pencahayaan pada kamera biasanya disebut dengan segitiga Eksposur. Yakni pengaturan Shutter Speed, Pengaturan Aperture dan pengaturan ISO. Begitu pentingnya pengaturan cahaya sehingga terdapat 3 buah pengaturan sekaligus dalam suatu kamera. Mode kamera untuk mengatur Segitiga Eksposure adalah:
- Mode Program
Mode program adalah pilihan termudah untuk mengatur segitiga Eksposure, hanya dengan menaikkan atau menurunkannya maka aperture dan shutter speed akan otomatis mengikutinya.

- Mode Aperture Value(Av pada Canon) atau Aperture priority (A pada nikon)
Dengan menaikkan atau menurunkan Aperture di mode ini, maka shutter speed akan otomatis mengikutinya. Angka Aperture yang kecil misal f2(bukaan besar) akan menghasilkan depth of field(area tajam) yang sempit yakni objek utama akan jelas dan backround akan blur , serta akan memperbanyak cahaya yang masuk sehingga gambar yang dihasilkan akan lebih terang. Sebaliknya pengaturan angka aperture besar misal f22(bukaan kecil) akan  memperlebar depth of field  sehingga semua objek akan nampak jelas baik background maupun objek utama, serta cahaya yang masuk akan semakin sedikit. Bukaan besar sangat cocok untuk memotret hewan, karena gambar akan fokus ke objek utama, sedangkan bukaan kecil sangat cocok untuk memotret pemandangan karena semua objek akan terlihat sangat jelas. Nah, tampak disini pengaturan aperture saja tidaklah cukup karena untuk mendapatkan cahaya yang cukup pada bukaan sempit diperlukan pengaturan ISO yang lebih tinggi serta shutter speed yang lebih rendah.
- Mode Shutter Priority atau Time Value
Penggunaan shutter speed rendah


Penggunaan shutter speed rendah
Shutter speed adalah kecepatan buka tutup rana, yang dapat diatur baik lambat atau cepat sesuai kegunaannya untuk menangkap objek yang bergerak maupun diam. Untuk memotret objek yang bergerak misal binatang berlari, gunakanlah Shutter Speed tinggi(misal 1/500 atau 1/1000) untuk membekukan objek. Untuk memotret benda diam, kita dapat menggunakan shutter speed dalam kecepatan rendah(misal 1/15), namun selalu gunakan tripod atau shutter release untuk meminimalisir getaran dan menghasilkan gambar yang tajam. Untuk mengatur seberapa kecepatan shutter speed tergantung pada objek yang bergerak, shutter speed tinggi akan
penggunaan shutter speed tinggi
penggunaan shutter speed tinggi
membekukan objek dan shutter speed lambat akan membuat buran objek(contoh air terjun).
Dalam kamera  Canon terdapat pengaturan Tv(time value) atau pada Nikon S(Shutter priority) untuk mengatur shutter speed dan pengaturan aperture akan mengikuti.
- ISO
Pada kamera dahulu terdapat film untuk mengatur sensitifitas terhadap cahaya, skala kecepatan film ini dikenal dengan ASA dan DIN, dan pada kamera modern kedua mode tersebut dipadukan dan muncullah ISO. Salah satu keuntungan kamera digital adalah ISO yang dapat dirubah-rubah pada setiap foto. ISO atau singkatan dari International Organization of Standarization adalah badan yang mebuat standar bagi ribuan ISO. Kamera EOS yang ada saat ini memiliki ISO antara 100-25.600 dengan satuan stop(satu stop,dua stop atau 1/3 stop). Hal yang perlu dicatat disini adalah semakin rendah sensitivitas maka semakin mudah mengaburkan gerakan air. Apabila ISO dianaikkan 2x lipat misalkan dari ISO 200 ke 400 maka kita bisa menggunakan kecepatan shutter 2x lebih cepat dibandingkan ISO 200 hal ini untuk mendapatkan pencahayaan yang sama dengan sebelumnya, namun tentu saja hasil gambarnya akan berbeda. Semakin tinggi ISO, semakin tinggi pula noise yang akan dihasilkan, dan semakin banyak pula cahaya yang masuk, sebalinya semakin rendah ISO maka semakin rendah pula noise dan semakin sedikit cahaya yang masuk.Semakin besar Sensor maka semakin kecil noise yang dihasilkan, karena sensor mampu mengumpulkan cahaya yang lebih banyak, hal ini tentu sangat berbeda dengan kamera saku bersensor kecil, yang tentunya secanggih apapun tidak akan mampu menyamai Sensor ukuran besar.

Pengertian ERP, Macam-macam ERP dan Mengaplikasikan ERP

  ERP (Enterprise Resource Planning) Merupakan sebuah software yang berfungsi untuk mengelola berbagai aktivitas manajemen proses bisnis d...