Prioritas, Target, dan Pencapaian Millennium
Development Goals (MDGs) Indonesia
Pada September 2000, dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT)
Millennium Perserikatan Bangsa – Bangsa (PBB) sebanyak 189 Negara sepakat untuk
mengadopsi Deklarasi Milenium yang kemudian dijabarkan dalam kerangka praktis.
Tujuan Pembangunan Millennium (Millennium Development Goals/MDGs). MDGs yang
menempatkan pembangunan manusia sebagai fokus, memiliki tenggat waktu (2015)
dan indikator kemajuan yang terukur.
Komitmen Indonesia untuk mencapai MDGs adalah mencerminkan komitmen Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatnya dan memberikan kontribusi kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat dunia. Karena itu, MDGs merupakan acuan penting dalam penyusunan Dokumen Perencanan Pembangunan Nasional. Pemerintah Indonesia telah mengarusutamakan MDGs dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN 2005 – 2025), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN 2005 – 2009 dan 2010 – 2014), Rencana Pembangunan Tahunan Nasional (RKP), serta dokumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara(APBN).
Komitmen Indonesia untuk mencapai MDGs adalah mencerminkan komitmen Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatnya dan memberikan kontribusi kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat dunia. Karena itu, MDGs merupakan acuan penting dalam penyusunan Dokumen Perencanan Pembangunan Nasional. Pemerintah Indonesia telah mengarusutamakan MDGs dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN 2005 – 2025), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN 2005 – 2009 dan 2010 – 2014), Rencana Pembangunan Tahunan Nasional (RKP), serta dokumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara(APBN).
Prioritas Pembangunan Nasional
Berdasarkan kondisi
bangsa Indonesia saat ini, dengan memperhatikan tantangan yang dihadapi dalam
20 tahun mendatang, dan dengan memperhitungkan modal dasar yang dimiliki oleh
bangsa Indonesia, maka Visi Pembangunan Nasional tahun 2005 – 2025 adalah
Indonesia yang mandiri, maju, adil dan makmur.
Untuk mencapai visi tersebut dilaksanakan melalui delapan Misi Pembangunan Nasional sebagai berikut :
Untuk mencapai visi tersebut dilaksanakan melalui delapan Misi Pembangunan Nasional sebagai berikut :
- Mewujudkan
masyarakat berakhlak mulia, bermoral, beretika, berbudaya, dan beradab
berdasarkan falsafah Pancasila.
- Mewujudkan
bangsa yang berdaya – saing.
- Mewujudkan
masyarakat demokratis berlandaskan hukum.
- Mewujudkan
Indonesia aman, damai, dan bersatu.
- Mewujudkan
pemerataan pembangunan dan berkeadilan.
- Mewujudkan
Indonesia asri dan lestari.
- Mewujudkan
Indonesia menjadi negara kepulauan yang mandiri, maju, kuat dan
berbasiskan kepentingan nasional dan,
- Mewujudkan
Indonesia berperan penting dalam pergaulan dunia internasional.
Strategi untuk melaksanakan visi dan misi tersebut dijabarkan
secara bertahap dalam periode lima tahunan yang tertuang dalam dokumen Rencana
Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) . Tahapan Pembangunan 5 Tahunan tersebut
secara ringkas adalah sebagai berikut :
- RJPM
ke – 1 (2005 – 2009) diarahkan untuk menata kembali dan membangun
Indonesia di segala bidang yang ditujukan untuk menciptakan Indonesia yang
aman dan damai, yang adil dan demokratis, dan yang tingkat kesejahteraan
rakyatnya meningkat.
- RJPM
ke – 2 (2010 – 2014) ditujukan untuk lebih memantapkan penataan kembali
Indonesia di segala bidang dengan menekankan pada upaya peningkatan
kualitas sumber daya manusia termasuk pengembangan kemampuan iptek serta
penguatan daya saing perekonomian.
- RPJM
ke – 3 (2015 – 2019) ditujukan untuk lebih memantapkan pembangunan secara
menyeluruh di berbagai bidang dengan menekankan pencapaian daya saing
kompetitif perekonomian berlandaskan keunggulan sumber daya alam dan
sumber daya manusia berkualitas serta kemampuan iptek yang terus
meningkat.
- RPJM
ke – 4 (2020 – 2025) ditujukan untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang
mandiri, maju, adil, dan makmur melalui percepatan pembangunan di berbagai
bidang dengan menekankan terbangunnya struktur perekonomian yang kokoh
berlandaskan keunggulan kompetitif di berbagai wilayah yang didukung oleh
SDM berkualitas dan berdaya asing.
Dengan memperhatikan tahapan pembangunan periode lima
tahunan tersebut diatas, pada saat ini pembangunan nasional telah sampai pada
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM ke – 2) tahun 2010 – 2014. Visi
Pembangunan Nasional tahun 2010 – 2014 adalah sebagai berikut : Terwujudnya
Indonesia yang sejahtera, demokratis, dan berkeadilan. Visi ini dijabarkan
melalui tiga Misi Pembangunan Nasional yaitu : (1) Melanjutkan Pembangunan
menuju Indonesia yang sejahtera, (2) memperkuat pilar – pilar demokrasi, (3)
memperkuat dimensi keadilan di semua bidang.
Visi dan Misi Pembangunan Nasional 2010 – 2014 dirumuskan dan dijabarkan lebih operasional ke dalam sejumlah program prioritas nasional sebagai berikut : (1) reformasi birokrasi dan tata kelola; (2) pendidikan; (3) kesehatan; (4) penanggulangan kemiskinan; (5) ketahanan pangan; (6) infrastruktur; (7) iklim investasi dan usaha; (8) energi; (9) lingkungan hidup dan bencana; (10) daerah tertinggal, terdepan, terluar dan pascakonflik; (11) kebuadayaan, kreativits, dan inovasi teknologi. Disamping sebelas prioritas nasional tersebut di atas, upaya untuk mewujudkan Visi dan Misi Pembanguna Nasional juga melalui pencapaian prioritas nasional lainnya di bidang politik, hukum, dan keamanan, dibidang perekonomian, dan bidang kesejahteraan rakyat.
Pertumbuhan ekonomi yang positif serta penguatan institusi demokrasi selama sepuluh tahun terakhir, pada gilirannya memperkut posisi bangsa untuk mempercepat pencapaian MDGs. Saat ini Indonesia adalah bangsa demokratis berpenduduk ketiga terbesar di dunia. Indonesia telah mampu memperbaiki status ekonominya menjadi negara berpendapatan menengah. Bangsa Indonesia juga telah bekerja secara konsisten selama dekade terakhir untuk mencapai target – target MDGs. Meskipun masih banyak tantangan dan permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan pembangunan di Indonesia, pemerintah tetap bertekad untuk memenuhi komitmen pencapaian target dan sasaran MDGs tepat waktu.
Visi dan Misi Pembangunan Nasional 2010 – 2014 dirumuskan dan dijabarkan lebih operasional ke dalam sejumlah program prioritas nasional sebagai berikut : (1) reformasi birokrasi dan tata kelola; (2) pendidikan; (3) kesehatan; (4) penanggulangan kemiskinan; (5) ketahanan pangan; (6) infrastruktur; (7) iklim investasi dan usaha; (8) energi; (9) lingkungan hidup dan bencana; (10) daerah tertinggal, terdepan, terluar dan pascakonflik; (11) kebuadayaan, kreativits, dan inovasi teknologi. Disamping sebelas prioritas nasional tersebut di atas, upaya untuk mewujudkan Visi dan Misi Pembanguna Nasional juga melalui pencapaian prioritas nasional lainnya di bidang politik, hukum, dan keamanan, dibidang perekonomian, dan bidang kesejahteraan rakyat.
Pertumbuhan ekonomi yang positif serta penguatan institusi demokrasi selama sepuluh tahun terakhir, pada gilirannya memperkut posisi bangsa untuk mempercepat pencapaian MDGs. Saat ini Indonesia adalah bangsa demokratis berpenduduk ketiga terbesar di dunia. Indonesia telah mampu memperbaiki status ekonominya menjadi negara berpendapatan menengah. Bangsa Indonesia juga telah bekerja secara konsisten selama dekade terakhir untuk mencapai target – target MDGs. Meskipun masih banyak tantangan dan permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan pembangunan di Indonesia, pemerintah tetap bertekad untuk memenuhi komitmen pencapaian target dan sasaran MDGs tepat waktu.
Alokasi dana dalam anggaran nasional dan daerah sebagai upaya mendukung pencapaian tujuan pembangunan millennium di Indonesia telah meningkat dari tahun ke tahun. Hal tersebut dilakukan untuk mempercepat pencapaian tujuan – tujuan nasional tersebut. Menetapkan sasaran terukur yang berkaitan dengan MDGs yang dapat dimonitor dan dievaluasi kemajuannya telah terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi alokasi sumber daya. Pada gilirannya, evaluasi kemajuan kinerja pencapaian MDGs tersebut berguna dalam menyesuaikan perencanaan agar lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat miskin dan kelompok rentan.
Dengan memperhatikan kecenderungan dan capaian target –
target MDGs, pencapaian MDGs sampai saat ini dapat dikelompokkan ke dalam tiga
kategori pencapaian MDGs, meliputi : (a) target yang telah dicapai; (b) target
yang telah menunjukkan kemajuan signifikan; (c) target yang masih memerlukan
upaya keras untuk pencapaiannya.
Target MDGs yang telah dicapai, mencakup :
Target MDGs yang telah dicapai, mencakup :
- MDG
1 – Tingkat kemiskinan ekstrem, yaitu proporsi penduduk yang hidup dengan
pendapatan per kapita kurang dari USD 1 per hari, telah menurun dari 20,6
persen pada tahun 1990 menjadi 5,9 persen pada tahun 2008.
- MDG
3 – target untuk kesetaraan gender dalam semua jenis dan pendidikan
diperkirakan akan tercapai. Rasio APM perempuan terhadap laki – laki di
SD/MI/Paket A dan SMP/MTs/Paket B berturut – turut sebesar 99,73 persen
dari 101,99 persen pada tahun 2009, dan rasio melek huruf terhadap laki –
laki pada kelompok usia 15 – 24 tahun telah mencapai 99,85 persen.
- MDG
6 – Terjadi peningkatan penemuan kasus tuberkolosis dari 20,0 persen pada
tahun 2000 menjadi 73,1 persen pada tahun 2009, dari target 70,0 persen
dan penurunan prevalensi tuberkolosis dari 443 kasus pada 1990 menjadi 244
kasus per 100.000 penduduk pada tahun 2009.
Target MDGs yang telah menunjukkan
kemajuan signifikan mencakup :
- MDG
1 – Prevalensi balita kekurangan gizi telah berkurang hampir setengahnya,
dari 31 persen pada tahun 1989 menjadi 18,4 persen pada tahun 2007. Target
2015 sebesar 15,5 persen diperkirakan akan tercapai.
- MDG
2 – Angka partisipasi murni untuk pendidikan dasar mendekati 100 persen
dan tingkat melek huruf penduduk melebihi 99,47 persen pada 2009.
- MDG
3 – Rasio APM perempuan terhadap laki – laki di SM/MA/Paket C dan
pendidikan tinggi pada tahun 2009 adalah 96,16 dan 102,95. Dengan demikian
maka target 2015 sebesar 100 diperkirakan akan tercapai.
- MDG
4 – Angka kematian balita telah menurun dari 97 per 1.000 kelahiran pada
tahun 1991 menjadi 44 per 1.000 kelahiran pada tahun 2007 dan diperkirakan
target 32 per 1.000 kelahiran pada tahun 2015 dapat tercapai.
- MDG
8 – Indonesia telah berhasil mengembangkan perdagangan serta sistem
keuangan yang terbuka, berdasarkan aturan, bisa diprediksi dan non –
diskriminatif – terbukti dengan adanya kecenderungan positif dalam
indikator yang berhubungan dengan perdagangan dan sistem perbankan
nasional. Pada saat yang sama, kemajuan signifikan telah dicapai dalam
mengurangi rasio pinjaman luar negeri terhadap PDB dari 24,6 persen pada
1996 menjadi 10,9 persen pada 2009. Debt Service Ratio juga telah
dikurangi dari 51 persen pada tahun 1996 menjadi 22 persen pada tahun
2009.
Target MGDs yang telah menunjukkan kecenderungan pencapaian yang baik namun masih memerlukan kerja keras untuk pencapaian target pada tahun 2015, mencakup :
- MDG
1 – indonesia telah menaikkan ukuran untuk target pengurangan kemiskinan
dan akan memberikan perhatian khusus untuk mengurangi tingkat kemiskinan
yang diukur terhadap garis kemiskinan nasional dari 13,33 persen (2010)
menjadi 8 – 10 persen pada tahun 2014.
- MDG
5 – Angka kematian ibu menurun dari 390 pada tahun 1991 menjadi 228 per
100.000 kelahiran hidup pada tahun 2007. Diperlukan upaya keras untuk
mencapai target pada tahun 2015 sebesar 102 per 100.000 kelahiran hidup.
- MDG
6 – Jumlah penderita HIV/AIDS meningkat, khususnya di antara kelompok
resiko tinggi pengguna narkoba suntik dan pekerja seks. Tingkat kenaikan
juga sangat tinggi di beberapa daerah di mana kesadaran tentang penyakit
ini rendah.
- MDG
7 – Indonesia memiliki tingkat emisi gas rumah kaca yang tinggi, namun
tetap berkomitmen untuk meningkatkan tutupan hutan, menghilangkan
pembalakan liar dan mengimplementasikan kerangka kerja kebijakan untuk
mengurangi emisi karbon dioksida paling sedikit 26 persen selama 20 tahun
ke depan. Saat ini hanya 47,73 persen rumah tangga yang memiliki akses
berkelanjutan terhadap air minum layak dan 51,19 prsen yang memiliki akses
sanitasi yang layak. Diperlukan perhatian khusus, untuk mencapai target
MDG tahun 2015.
Keberhasilan pembangunan Indonesia, telah menuai berbagai prestasi
dan penghargaan dalam skala global. Kemajuan pembangunan ekonomi dalam lima
tahun terakhir, talah mengurangi ketertinggalan Indonesia dari negara – negara
maju dan dalam peranannya Indonesia telah mengembangkan Teknologi Informasinya dengan berkerjasama dengan India,Jepang,Swedia,Cina yang dalam produksinya sebagian besar di Indonesia, atau dalam kata lain Transfer Of Technology. Dengan adanya program tersebut Indonesia dapat menekan dan mengikuti teknologi yang ada dan membuat teknologi alternatif lainnya.
Pendapat Penulis
MDGs 2025 adalah suatu tujuan untuk mensejahterakan masyarakat juga menjamin masyarakatnya, semua peranan yang mencangkup MDGs 2025 saling berkaitan tak luput pun Teknologi Informasi, karena dengan IT kita dapat mengikuti perkembangan dunia dan masyarakat dunia, menambah wawasan juga ilmu yang menjadi bekal untuk masa depan para generasi muda yang akan datang. Baik pemerintah maupun masyarakatnya harus menguasai IT dengan itu sebuah negara akan memimpin dan dipandang oleh anggota MDGs lainnya
- Sumber : http://www.staypublichealth.blogspot.com/2012/04/indonesia-millennium-development-goals.html#sthash.o5fgEyqr.dpuf
- Kompas Mania
- MDGs 2025, Program kesejahteraan rakyat kecil
No comments:
Post a Comment