Bike
Messenger sudah dikenal di beberapa
kota. Salah satu layanan antar cepat ada di kota New York yang dikenal sebagai
kurir sepeda / Bike Messenger. Mampu menembus kemacetan kota pada jam sibuk.
Jakarta tidak berbeda, bahkan lebih parah kemacetannya dari kota Manhattan. Salah satu layanan antar jemput
untuk pengiriman barang dengan sepeda sudah ada di Jakarta. Pengiriman barang
dan surat lebih cepat dengan sepeda.
Layanan WestBike Messenger adalah
kurir pesan antar barang dan surat yang diantar dengan sepeda. Satu kurir dapat
menangani pengiriman barang dari 3 sampai 7 pengiriman setiap hari. Waktu
pengiriman antara 1 jam atau ditambah 30 menit bila jalan dalam kondisi sangat
macet. Tetapi target pengiriman barang dengan sepeda diusahakan dapat sampai
dalam waktu kurang dari 1 jam. Pengiriman barang dari surat, dan berat maksimum
sampai 35kg. Tarif pengiriman barang hanya Rp.50.000 sekali antar. Tarif WestBike kabarnya lebih
murah dari layanan antar pengiriman barang secara umum. Keunggulan lebih cepat
dan barang diambil sampai di antara dalam hitungan jam. Sedangkan pengiriman
barang dengan kurir motor umumnya lebih dari 4-6 jam.
Sedangkan
PT Tiki
Jalur Nugraha Ekakurir didirikan pada tanggal 26 November 1990 oleh H. Soeprapto Suparno. Perusahaan
ini dirintis sebagai sebuah divisi dari PT Citra van Titipan Kilat (TiKi) untuk
mengurusi jaringan kurir internasional. Bermula dengan delapan orang dan
kapital 100 juta rupiah, JNE memulai kegiatan usahanya yang terpusat pada
penanganan kegiatan kepabeanan, impor kiriman barang, dokumen serta
pengantarannya dari luar negeri ke Indonesia. Pada tahun 1991,
JNE memperluas jaringan internasional dengan bergabung sebagai anggota asosiasi
perusahaan-perusahaan kurir beberapa negara Asia (ACCA) yang bermakas di Hong Kong yang
kemudian memberi kesempatan kepada JNE untuk mengembangkan wilayah antaran
sampai ke seluruh dunia. Karena persaingannya di pasar domestik, JNE juga
memusatkan memperluas jaringan domestik. Dengan jaringan domestiknya
TiKi
dan namanya, JNE mendapat keuntungan persaingan dalam pasar domestik. JNE juga
memperluas pelayanannya dengan logistik dan distribusi. Selama bertahun-tahun
TiKi dan JNE berkembang dan menjadi dua perusahaan yang punya arah
masing-masing. Karena ini kedua perusahaan tersebut menjadi saingan. Akhirnya
JNE menjadi perusahaan diri sendiri dengan manajemen sendiri. JNE membuat logo
sendiri yang membedakannya dari TiKi. JNE membeli gedung pada tahun 2002 dan mendirikan JNE Operations Sorting
Center. Kemudian pada tahun 2004 JNE membeli gedung untuk dijadikan
Kantor Pusat. Dua-duanya berada di Jakarta.
No comments:
Post a Comment