Thursday, October 8, 2015

Tugas Bulan 1



A.    Peran dan Fungsi Bahasa Indonesia
     Bahasa Indonesia mempunyai peranan yang sangat penting, tercantum dalam sumpah pemuda yaitu, “Kami Putra dan Putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia”. Ini menunjukan bahwa bahasa Indonesia sangat penting peranannya serta kedudukannya sebagai bahasa nasional. Hal lain yang meguatkan bahasa Indonesia dalam perannya adalah tercantumnya dalam UUD 1945 (BAB XV, pasal 36) menyatakan bahwa bahasa negara ialah bahasa Indonesia dan sumpah pemuda 1928 pun menyatakan sepakat bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa yang tunggal.
  Di dalam derasnya globalisasi perkembangan dan pertumbuhan bahasa sebagai sarana pendukung pertumbuhan dan perkembangan budaya, ilmu dan pengetahuan teknologi. Konsep konsep dan istilah baru di dalam petumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) secara tidak langsung memperkaya khasanah bahasa Indonesia. Dengan demikian, semua produk budaya akan tumbuh dan berkembang pula sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi itu, termasuk bahasa Indonesia, yang dalam itu, sekaligus berperan sebagai prasarana berpikir dan sarana pendukung pertumbuhan dan perkembangan iptek.
     Selain itu bahasa Indonesia di dalam struktur budaya, ternyata memiliki kedudukan, fungsi, dan peran ganda, yaitu sebagai akar dan produk budaya yang sekaligus berfungsi sebagai sarana berfikir dan sarana pendukung pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tanpa peran bahasa serupa itu, ilmu pengetahuan dan teknologi tidak akan dapat berkembang. Implikasinya di dalam pengembangan daya nalar, menjadikan bahasa sebagai prasarana berfikir modern. Oleh karena itu, jika cermat dalam menggunakan bahasa, kita akan cermat pula dalam berfikir karena bahasa merupakan cermin dari daya nalar (pikiran).
  Bahasa Indonesia sebagai alat perhubungan antar warga, antar daerah dan antar suku bangsa. Berkat adanya bahasa nasional kita dapat berhubungan satu dengan yang lain sehingga kesalah pahaman sebagai akibat perbedaan latar belakang sosial budaya dan bahasa tidak perlu di khwatirkan kita dapat berpergian dari pelosok ke pelosok lain di tanah air kita dengan memanfaatkan bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi. Di dalam peranannya sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia berfungsi sebagai :
1.      Bahasa resmi kenegaraan
2.      Bahasa pengantar didalam dunia pendidikan
3.      Alat perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan dan pelaksanaan pembangunan,
4.      Alat pengembangan kebudayaan dan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Sebagai bahasa resmi kenegaraan , bahasa Indonesia dipakai didalam segala upacara, peristiwa dan kegiatan kenegaraanbaik dalam bentuk lisan maupun dalam bentuk tulisan. Termasuk kedalam kegiatan – kegiatan itu adalah penulisan dokumen – dokumen dan putusan – putusan serta surat – surat yang dikeluarkan oleh pemerintah dan badan – badan kenegaraan lainnya, serta pidato-pidato kenegaraan.
Sebagai fungsinya yang kedua didalam kedudukannya sebagai bahasa Negara , bahasa Indonesia merupakan bahasa pengantar di lembaga – lembaga pendidikan mulai taman kanak – kanak sampai dengan perguruan tinggi diseluruh Indonesia , kecuali di daerah – daerah, seperti daerah aceh, batak , sunda , jawa , Madura , bali , dan Makassar yang menggunakan bahasa daerahnya sebagai bahasa pengantar sampai dengan tahun ketiga pendidikan dasar.
Sebagai fungsinya yang ketiga didalam kedudukannya sebagai bahasa Negara, bahasa Indonesia adalah alat perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan nasional dan untuk kepentingan pelaksanaan pemerintah . didalam hubungan dengan fungsi ini, bahasa Indonesia dipakai bukan saja sebagai alat komunikasi timbal – balik antara pemerintah dan masyarakat luas, dan bukan saja sebagai alat perhubungan antar daerah dan antar suku , melainkan juga sebagai alat perhubungan didalam masyarakat yang sama latar belakang social budaya dan bahasanya.
Di dalam kedudukannya sebagai sumber pemerkaya bahasa daerah ,bahasa Indonesia berperanana sangat penting. Beberapa kosakata bahasa Indonesia ternyata dapat memperkaya khasanah bahasa daerah, dalam hal bahasa daerah tidak memiliki kata untuk sebuah konsep. Bahasa Indonesia sebagai alat menyebarluaskan sastra Indonesia dapat dipakai. Sastra Indonesia merupakan wahana pemakaian bahasa Indonesia dari segi estetis bahasa sehingga bahasa Indonesia menjadi bahasa yang penting dalam dunia internasional.
     Di samping itu, sekarang ini fungsi bahasa Indonesia telah pula bertambah besar. Bahasa Indonesia berfungsi sebagai bahasa massa. Media massa cetak dan elekstronik, baik visual, audio, maupun audo visual harus memakai bahasa Indonesia. Media massa menjadi tumpuan kita dalam menyebarluaskan bahasa Indonesia secara baik dan benar.
  

B.     Ragam Bahasa
Ragam bahasa atau variasi bahasa adalah bentuk atau wuduj bahasa yang ditandai oleh cirri-ciri linguistic tertentu, seperti fonologi, morfologi, dan sintaksis. Di samping ditandai oleh ciri-ciri linguistic, timbulnya raam bahasa juga ditandai oleh cirri-ciri nonlinguistic, misalnya, lokasi atau tempat penggunaannya, lingkungan sosial pemakainya, dan lingkungan keprofesian pemakai bahasa yang bersangkutan.
Pengertian ragam bahasa menurut Bachman (1990), “Ragam bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topic yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara.”
Pengertian ragam bahasa menurut Dendy Sugono (1999),”Bahwa sehubungan dnegan pemakaian bahasa Indonesia timbul dua masalah pokok, yaitu masalah penggunaan bahasa baku dan tidak baku.”
Pengertian ragam bahasa menurut fishman ed (1968), “ Suatu ragam bahasa jurnalistik dan hokum, tidak tertutup kemungkinan untuk menggunakan bentuk ragam bahasa baku agar dapat menjadi tautan bagi masyarakat pengguna bahasa Indonesia.”
Macam dan jenis ragam bahasa :
1.         Ragam bahasa pada bidang tertentu seperti bahasa istilah hokum, bahasa sains, jurnalistik, dsb.
2.         Ragam bahasa pada perorangan atau diolek seperti gaya bahasa mantan presiden soeharto, gaya bahasa benyamin s,dsb.
3.         Ragam bahasa pada kelompok anggota masyarakat suatu wilayah seperti dialeg bhasa Madura, meda, sunda, dll.
4.         Ragam bahasa pada bentuk bahasa seperti bahasa dan bahasa tulisan.
5.         Ragam bahasa pada suatu situasi ragam bahasa formal dan informal.
Bahasa lisan lebih expresif dimana mimic, intonasi, dan gerakan tubuh dapat bercampur menjad satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan. Bahasa isyarat atau gesture atau bahasa salah satu cara berkomunikasi melali gerakan gerakan tubuh. Bahasa isyarat digunakan permanen oleh penyandang cacat karena mereka mempunyai bahasa sendiri. Bahasa bisa punah karena kebanyak bahasa didunia ini tidak statis. Bahasa  itu berubah seiring waktu, mendapat kata tambahan, dan mencuri kata kata dari bahasa lain. Bahasa hidup dan berkembang ketika masyarakat penutur asli suatu bahasa disebut bahasa mati atau punah, meskipun masih ada sedikit penutur asli yang menggunakan tetapi generasi muda tidak lagi menjadi penutur bahasa tersebut.
Banyak situasi yang menyebabkan bahasa punah, Orang Indonesia kini boleh jadi tidak mengerti bahasa melayu yang digunakan di Indonesia awal abad ke -20/ Karena bahasa Indonesia saat ini berasal dari bahasa melayu yang telah mengalami infuse atau serapan dari kata kata asing. Karena pengaruh globalisasi dan IPTEK menyabkan masyarakat Indonesia menggap bahasa Indonesia itu :
- Tidak gaul
- Terlalu formal
Rapuhnya bahasa Indonesa disebabkan :
- Tergerus arus globalisasi
- Tidak adanya relasi masyarakat dengan pemerintah tentang kebudayaan.

Ragam bahasa bisnis
Adalah ragam bahasa yang digunakan dalam berbisnis, yang biasa digunakan oleh para pebisnis dalam menjalankan bisnisnya.
Ciri-ciri ragam bahasa bisnis :
1.      Menggunakan bahasa yang komunikatif.
2.      Bahasanya cenderung resmi.
3.      Terikat ruang dan waktu.
4.      Membutuhkan daanya orang lain.

Ragam bahasa hukum
Adalah bahasa Indonesia yang corak penggunaan bahasanya khas dalam dunia hokum, mengingat fungsinya mempunyai karakteristik sendiri, oleh karena itu bahasa hokum Indonesia haruslah memenuhi syarat- syarat dan kaidah kaidah bahasa Indonesia.
Ciri cirri ragam bahasa hokum :
a.       Mempunyai gaya bahasa yang khusus.
b.      Lugas dan eksak karena menghindari kesamaran dan ketaksaan.
c.       Objektif dan menekan prasangka pribadi.
d.      Memberikan definisi yang cermat tentang anama, sifat dan kategori yang diselidiki untuk menghindari kesimpangsiuran.
e.       Tidak beremosi dan menjauhi tafsiran bersensasi



Kegiatan berfikir secara hukum dengan menggunakan bahasa hukum merupakan upaya untuk menemukan pengertian yang sensual dari hukum itu sendiri. Menurut Purnadi Purwacaraka dengan Sorjoeno Soekanto dalam buku (Bahder Johan Nasution) judul buku bahasa hokum tahun 2001 hal 37 menyebutkan ada 9 macam arti hokum yang diberikan masyarakat yaitu :
1.      Hukum sebagai ilmu pengetahuan, adalah suatu ilmu pengetahuan yang tersusun secara sistematis berdasarkan kekuatan pemikiran.
2.      Hukum sebagai suatu disiplin, adalah suatu sistem tentang ajaran kenyataan atau gejala gejala yang dihadapi.
3.      Hukum sebagai kaidah, adalah, merupakan sebagai pola atau pedoman atau petunjuk yang harus ditaati.
4.      Hukum sebagai tata hukum, adalah melihat bagaimana struktur dan proses perangkat kaidah kaidah hukum yang berlaku pada suatu waktu dan temoat tertentu dalam bentuk tertulis
Oleh karena itu bahasa hukum dapat dibagi 3 kelompok yaitu :
1.      Bahasa hukum yang bersumber pada aturan-aturan yang dibuat oleh negara artinya lebih bersifat pengaturan hak dan kewajiban.
2.      Bahasa hukum yang bersumber pada aturan-aturan hukum yang berlaku dimasyarakat. Bahasa hukum seperti ini ditemui dalam hukum adat dan tidak bertentangan dengan hukum negara.
3.      Bahasa hukum yang bersumber dari para ahli hukum, kelompok kelompok yang berprofesi hukum

 
Konstruksi Hukum
Konstruksi hukum yang merupakan alat-alat yang dipakai untuk menyusun bahan hukum yang dilakukan secara sistematis dalam bentuk bahasa dan istilah yang baik.
Sifat ilmu hukum adalah dogmatis dan sistematis.
Dogmatis adalah, berprasangka baik atau berpedoman pada cara dan pendirian tertentu yang dianggap baik.
Sistematis adalah, kebulatan pengertian dimana yang sati betauan dengan yang lain. Ada hubungan fungsi antara yang satu dan yang lain sehingga istilah istilah yang dipakai memberikan kesatuan pengertian yang mudah dipahami.
1.      Gaya bahasa yang padat dan sederhana, mudah dipahami.
2.      Istilah –istilah yang dpilih hendaknya sejauh mungkin bersifat mutlak dan tidak nisbih.
3.      Peraturan itu hendaknya membatasi diri pada hal hal yang nyata dan actual dengan menghindari hal –hal yang bersifat metaporis dan hipotesis.
4.      Peraturannya jangan terlalu tinggi, oleh karena ia ditujukan untuk orang orang dengan kecerdasan tengah tengah saja
5.      Janganlah masalah pokoknya dikacaukan dengan pengecualian pembatasan atau modifikasi hal hal yang sangat diperlukan
6.      Peraturan hendaknya tidak mengandung argumentasi
7.      Setiap perundang undangan, sebelum ditetapkan hendaknya dimatangkan dan dipertimbangkan segi kegunaan atau kemanfaattan praktisnya (bermanfaat atau tidak)

C.    EYD dan Tanda Baca
EYD (Ejaan yang Disempurnakan merupakan tata bahasa dalam Bahasa Indonesia yang mengatur penggunakan bahasa Indonesia dalam tulisan, mulai dari pemakaian dan penulisan huruf capital dan huruf miring, serta penulisan unsur serapan. EYD diartikan sebagai tata bahasa yang disempurnakan.
Pengertian Manajemen Menurut Dr. Ahuja :
Manajemen adalah pihak yang menawarkan jasa untuk segi bidang yang berhubungan dengan bidang manajemen.
Pengertian Manajemen Menurut Renville Siagian :
Manajemen adalah suatu bidang usaha yang bergarak dalam bidang jasa pelayanan dan dikelola oleh para tenaga ahli tyerlatih serta berpengalaman.
Pengertian Manajemen Menurut Dr. Bennett N.B Silalahi, M.A :
Manajemen adalah suatu ilmu perilaku yang mencakup aspek sosial eksak tidak dari tanggungjawab keselamatan dan kesehatan kerja baik dari segi perencanaan.
Pengertian Manajemen Menurut William H. Newman :
Manajemen adalah fungsi yang berhubungan dengan memperoleh hasil tertentu melalui orang lain.
Pengertian Manajemen Menurut Menurut Drs. Oey :
Manajemen adalah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian dan pengontrolan.
  
Sejarah ejaan bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional lahir pada awal tahun dua puluhan. Namun dari segi ejaan, bahasa indonesia sudah lama memiliki ejaan tersendiri. Berdasarkan sejarah perkembangan ejaan, sudah mengalami perubahan sistem ejaan, yaitu :

1. Ejaan Van Ophuysen
Ejaan ini mulai berlaku sejak bahasa Indonesia lahir dalam awal tahun dua puluhan. Ejaan ini merupakan warisan dari bahasa Melayu yang menjadi dasari bahasa Indonesia.

2. Ejaan Suwandi
Setelah ejaan Van Ophuysen diberlakukan, maka muncul ejaan yang menggantikan, yaitu ejaan Suwandi. Ejaan ini berlaku mulai tahun 1947 sampai tahun 1972.

3. Ejaan Yang Disempurnakan (EYD)
Ejaan imi mulai berlaku sejak tahun 1972 sampai sekarang. Ejaan ini merupakan penyempurnaan yang pernah berlaku di Indonesia.
            Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) diterapkan secara resmi mulai tanggal 17 Agustus 1972 dengan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor : 57/1972 tentang peresmian berlakunya “Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan”. Dengan berlakunya EYD, maka ketertiban dan keseragaman dalam penulisan bahasa Indonesia diharapkan dapat terwujud dengan baik.


PERUBAHAN PEMAKAIAN HURUF
DALAM TIGA EJAAN BAHASA INDONESIA

Ejaan yang Disempurnakan (EYD)

(mulai 16 Agustus 1972)

Ejaan Republik

(Ejaan Soewandi)

1947-1972

Ejaan Ophuysen

(1901-1947)

Khusu --------------
à Chusus-------à Choesoes

Jumat---------------
à Djum’at------à Djoem’at

Yakni----------------
à Jakni---------à Ja’ni

Penulisan Huruf

            Dua hal yang harus diperhatikan dalam penulisan huruf berdasarkan EYD, yaitu (1) penulisan huruf besar, dan (2) penulisan huruf miring. Lebih jelasnya dapat dilihat pada pembahasan berikut :
a. Penulisan Huruf Besar (Kapital)
Kaidah penulisan huruf besar dapat digunakan dalam beberapa hal, yaitu :
1) Digunakan sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat.
Misalnya :
- Dia menulis surat di kamar.
- Tugas bahasa Indonesiasudah dikerjakan.
2) Digunakan sebagai huruf pertama petikan langsung.
Misalnya :
- Ayah bertanya, “Apakah mahasiswa sudah libur?”.
- “Kemarin engkau terlambat”, kata ketua tingkat.
3) Digunakan sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan, kata ganti Tuhan, dan nama kitab suci.
Misalnya :
- Allah Yang Maha kuasa lagi Maha penyayang.
- Terima kasih atas bimbingan-Mu ya Allah.
  
4) Digunakan sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan , keturunan, keagamaan yang diikuti nama orang.
Misalnya :
- Raja Gowa adalah Sultan Hasanuddin.
- Kita adalah pengikut Nabi Muhammad saw.

5) Digunakan sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang, pengganti nama orang tertentu, nama instansi, dan nama tempat.
Misalnya :
Wakil Presiden Yusuf Kalla memberi bantuan mobil.
Laksamana Muda Udara Abd. Rahman telah dilantik.
Dia diangkat menjadi Sekretaris Jenderal Depdiknas.
Bapak Gubernur Sulawesi Selatan menerima laporan korupsi.
6) Digunakan sebagai huruf pertama unsur nama orang.
Misalnya :
- Nurhikmah
- Dewi Rasdiana Jufri
7) Digunakan sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan nama bahasa.
Misalnya :
- bangsa Indonesia
- suku Sunda
- bahasaInggris

8) Digunakan sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, hari raya, dan peristiwa sejarah.
Misalnya :
- tahun Hijriyah hari Jumat
- bulan Desember hari Lebaran
- Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
9) Digunakan sebagai huruf pertama nama geografi unsur nama diri.
Misalnya :
- Laut Jawa Jazirah Arab
- Asia Tenggara Tanjung Harapan
10) Digunakan sebagai huruf pertama semua unsur nama negara, lembaga pemerintah, ketatanegaraan, dan nama dokumen resmi, kecuali terdapat kata penghubung.
Misalnya :
- Republik Indonesia
- Majelis Permusyawaratan Rakyat

Penulisan huruf miring
Huruf miring digunakan untuk :
1) Menuliskan nama buku, majalah, dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan.
Misalnya :
- Buku Negarakertagama karangan Prapanca.
- Majalah Suara Hidayatullah sedang dibaca.
- Surat kabar Pedoman Rakyat akan dibeli.
2) Menegaskan dan mengkhususkan huruf, bagian kata, kata, dan kelompok kata.
Misalnya :
- Huruf pertama kata abad adalah
- Dia bukan menipu, tetapi ditipu.
- Buatlah kalimat dengan kata lapang dada.
3) Menuliskan kata nama ilmiah atau ungkapan asing.
Misalnya :
- Politik devideet et impera pernah merajalela di Indonesia.
4) Penulisan Kata
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan kata, yaitu :
Kata Dasar
Kata dasar adalah kata yang belum mengalami perubahan bentuk, yang ditulis sebagai suatu kesatuan.
Misalnya : Dia teman baik saya.

Kata Turunan (Kata berimbuhan)
Kaidah yang harus diikuti dalam penulisan kata turunan, yaitu :
Imbuhan semuanya ditulis serangkai dengan kata dasarnya.
Misalnya : membaca, ketertiban, terdengar dan memasak.
Awalan dan akhrian ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya jika bentuk dasarnya berupa gabungan kata.
Misalnya : bertepuk tangan, sebar luaskan.
Jika bentuk dasarnya berupa gabungan kata dan sekaligus mendapat awalan dan akhiran, kata itu ditulis serangkai.
Misalnya : menandatangani, keanekaragaman.
Jika salah satu unsur gabungan kata hanya dipakai dalam kombinasi, gabungan kata itu ditulis serangkai.
Misalnya : antarkota, mahaadil, subseksi, prakata.

Kata Depan (di, ke, dari)
Kata depan di, ke, dan dari ditulis terpisah dengan kata yang mengikutinya, kecuali pada gabungan kata yang dianggap padu sebagai satu kata, seperti kepada dan daripada.
Misalnya : Jangan bermian di jalan
a.       Saya pergi ke kampung halaman.
b.      Dewi baru pulang dari kampus.
c.       Kata Sandang (si dan sang)


Kata si dan sang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.
a.    Misalnya : Nama si pengrimi surat tidak jelas.
b.   Anjing bermusuhan dengan sang kucing.

Singkatan dan Akronim
Singkatan adalah nama bentuk yang dipendekkan yang terdiri atas satu kata atau lebih.
Misalnya : dll = dan lain-lain
yth = yang terhormat
Akronim adalah singkatan yang berupa gabungan huruf awal, gabungan suku kata, ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata yang diperlakukan sebagai kata.
Misalnya : SIM = Surat Izin Mengemudi
IKIP = Institut Keguruan dan Ilmu pendidikan


Angka dan Lambang Bilangan
                    Dalam bahasa Indonesia ada dua macam angka yang lazim digunakan , yaitu : (1) Angka Arab : 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, dan (2) Angka Romawi : I, II, III, IV, V, VI, VII, VIII, IX, X.
Lambang bilangan dengan huruf dilakukan sebagai berikut :
1) Bilangan utuh. Misalnya : 15 lima belas
2) Bilangan pecahan. Misalnya : 3/4 tiga perempat
3) Bilangan tingakt. Misalnya : Abad II
Abad ke-2
4) Kata bilagan yang mendapat akhiran –an.
Misalnya : tahun 50-an lima puluhan
5) Angka yang mneyatakan bilagnan bulat yang besar dapat dieja sebagian supaya mudah dibaca.
Misalnya : Sekolah itu baru mendapat bantuan 210 juta rupiah.
6) Lambang bilangan letaknya pada awal kalimat ditulis dengan huruf. Kalau perlu diupayakan supaya tidak diletakkan di awal kalimat dengan mengubah struktur kalimatnya dan maknanya sama.
Misalnya : Dua puluh lima siswa SMA tidak lulus. (benar)
55 siswa SMA 1 tidak lulus. (salah)


7) Lambang bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf, kecuali beberapa dipakai secara berurutan seperti dalam perincian atau pemaparan.
Misalnya : Amir menonton pertunjukan itu selama dua kali.

            Pemakaian Tanda Baca
Tanda Titik (.)
Penulisan tanda titik di pakai pada :
a.       Akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan
b.      Akhir singkatan nama orang.
            Akhir singkatan gelar, jabatan, pangkat, dan sapaan.
Singkatan atau ungkapan yang sudah sangat umum.Bila singkatan itu terdiri atas tiga hurus atau lebih dipakai satu tanda titik saja.
Tanda koma (,)
Kaidah penggunaan tanda koma (,) digunakan :
            Antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan.
Memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului oleh kata tetapi atau melainkan.
Memisahkan anak kalimat atau induk kalimat jika anak kalimat itu mendahului induk kalimatnya.

            Digunakan dibelakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat yang terdapat pada awal kalimat. Termasuk kata : (1) Oleh karena itu, (2) Jadi, (3) lagi pula, (4) meskipun begitu, dan (5) akan tetapi.
Digunakan untuk memisahkan kata seperti : o, ya, wah, aduh, dan kasihan.
Memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat.
Dipakai diantara : (1) nama dan alamat, (2) bagina-bagian alamat, (3) tempat dan tanggal, (4) nama dan tempat yang ditulis secara berurutan.
Dipakai di muka angka persepuluhan atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka.
            Dipakai antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri, keluarga, atau marga.
Menghindari terjadinya salah baca di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat.
Dipakai di antara bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka.
Dipakai untuk mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi.
Tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan langsung itu berakhir dengan tanda tanya atau seru.
 
  
Tanda Titik Tanya ( ? )
Tanda tanya dipakai pada akhir kalimat tanya.
                    Dipakai di dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang diragukan atau kurang dapat dibuktikan kebenarannya.
Tanda Seru ( ! )
Tanda seru dugunakan sesudah ungkapan atau pertanyaan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kseungguhan, ketidakpercayaan, dan rasa emosi yang kuat.
Tanda Titik Koma ( ; )
Tanda titik koma dipakai :
Memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis dan setara.
Memisahkan kalimat yang setara dalam kalimat majemuk sebagai pengganti kata penghubung.
Tanda Titik Dua ( : )
Tanda titik dua dipakai :
Sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemberian.
Pada akhir suatu pertanyaan lengkap bila diikuti rangkaian atau pemerian.
Di dalam teks drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan .
Di antara jilid atau nomor dan halaman
Di antara bab dan ayat dalam kitab suci.
Di antara judul dan anak judul suatu karangan.

Tidak dipakai apabila rangkaian atau pemerian itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan.
Tanda Elipsis (…)
Tanda ini menggambarkan kalimat-kalimat yang terputus-putus dan menunjukkan bahwa dalam suatu petikan ada bagian yang dibuang. Jika yang dibuang itu di akhir kalimat, maka dipakai empat titik dengan titik terakhir diberi jarak atau loncatan.
Tanda Garis Miring ( / )
Tanda garis miring ( / ) di pakai :
Dalam penomoran kode surat sebagai pengganti kata dan,atau, per, atau nomor alamat.
Tanda Penyingkat atau Apostrof ( ‘)
Tanda penyingkat menunjukkan penghilangan sebagian huruf.
Tanda Petik Tunggal ( ‘…’ )
Tanda petik tunggal dipakai :
Mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan lain.
Mengapit terjemahan atau penjelasan kata atau ungkapan asing.

Tanda Petik ( “…” )
Tanda petik dipakai :
Mengapit kata atau bagian kalimat yang mempunyai arti khusus, kiasan atau yang belum dikenal . Mengapit judul karangan, sajak, dan bab buku, apabila dipakai dalam kalimat.
Mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan, naskah, atau bahan tertulis lain.

No comments:

Post a Comment

Pengertian ERP, Macam-macam ERP dan Mengaplikasikan ERP

  ERP (Enterprise Resource Planning) Merupakan sebuah software yang berfungsi untuk mengelola berbagai aktivitas manajemen proses bisnis d...