PERUBAHAN
ORGANISASI
Organisasi sebagai suatu bentuk dan hubungan yang mempunyai sifat dinamis, dalam arti organisasi itu selalu menyesuaikan dengan perubahan-perubahan yang terjadi. Organisasi mengalami perubahan karena organisasi selalu menghadapi berbagai macam tantangan. Tantangan itu timbul sebagai akibat pengaruh lingkungan (lingkungan organisasi). Yang dimaksud dengan lingkungan organisasi adalah keseluruhan faktor yang mempengaruhi organisasi dan kegiatan organisasi. Faktor faktor yang mempengaruhi organisasi tersebut adalah luas, dan jumlahnya cukup banyak.
Dalam arti luas, lingkungan dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu lingkungan intern dan lingkungan ekstern.
Lingkungan Intern
Lingkungan intern adalah keseluruhan faktor yang ada di dalam organisasi yang mempengaruhi organisasi dan kegiatan organisasi. faktor-faktor intern yang mempengaruhi organisasi dan kegiatan organisasi antara lain :
- Perubahan kebijakan pimpinan
- Perubahan tujuan
- Pemekaran/perluasan wilayah
operasi organisasi
- Volume kegiatan yang bertambah
banyak
- Tingkat pengetahuan dan
keterampilan dari para anggota organisasi
- Sikap dan perilaku dari para
anggota organisasi
- Berbagai macam ketentuan atau
perarturan baru yang berlaku dalam organisasi
Lingkungan Ekstern
Lingkungan ekstern adalah keseluruhan faktor yang ada diluar organisasi yang mempengaruhi organisasi dan kegiatan organisasi. Lingkungan ekstern tidak hanya mempengaruhi organisasi tertengu, tetapi juga terhadap semua organisasi yang ada dimasyarakat.
Faktor faktor yang termasuk dalam lingkungan ekstern cukup banyak, diantaranya ialah :
Lingkungan ekstern adalah keseluruhan faktor yang ada diluar organisasi yang mempengaruhi organisasi dan kegiatan organisasi. Lingkungan ekstern tidak hanya mempengaruhi organisasi tertengu, tetapi juga terhadap semua organisasi yang ada dimasyarakat.
Faktor faktor yang termasuk dalam lingkungan ekstern cukup banyak, diantaranya ialah :
- Politik, meliputi segala
sesuatu yang berhubungan dengan pemerintahan, organisasi-organisasi
politik (kepartaian). pengertian politik dibedakan menjadi 3 macam, yaitu
politik praktir (prachtische
politiek), yaitu cara menjalankan dan mewujudkan politik dalam
suatu negara/pemerintahan ; politik teori (teoretische politiek), yaitu politik untuk pengajaran yang
bersendi atas pengetahuan dalam sosiale structuur, dan kekuasaan politik (politiek-match), yaitu politik
untuk mendapatkan pengaruh atau kekuasaan. Barangsiapa dapat menguasai
politik dalam suatu masyarakat atau negara, dialah yang mempunyai
kekuasaan untuk membuat hitam-putihnya masyarakat. Yang mempunyai pengaruh
langsung terhadap organisasi adalah politik praktis dan kekuasaan politik.
- Hukum, meliputi semua ketentuan
yang berlaku yang harus ditaati oleh setiap orang baik secara individu
maupun secara kelompok, mulai dari ketentuan hukum yang tertinggi sampai
dengan ketentuan hukum yang terendah.
- Kebudayaan, meliputi kebudayaan
material dan kebudayaan non-material. kemajuan dalam bidang teknologi
modern melahirkan industri-indutri raksasa. kebudayaan material mengenal
berbagai macam alat dan barang-barang yang cara kerjanya secara mekanis,
elektris, atau secara elektronis, merupakan faktor yang berpengaruh cukup
besar terhadap kehidupan organisasi. Dalam hal ini organisasi harus mampu
menyesuaikan diri dengan hasil kebudayaan tersebut.
- Teknologi, ialah segenap hasil
kemajuan dan teknik perkembangan industri peralatan modern. ada pula yang
memberikan definisi bahwa teknologi merupakan tindakan yang dilakukan oleh
orang terhadap suatu obyek dengan mempergunakan alat-alat yang bekerja
secara mekanis, elektris, maupun secara elektronis, untuk mengadakan
perubahan tertentu terhadap obyek tersebut.
- Sumber alam, meliputi segenap
potensi sumber alam baik di darat, laut maupun udara berupa tanah, air,
energi, flora, fauna, dan lain-lain termasuk pula geografi dan iklim.
- Demografi, meliputi sumber tenaga
kerja yang tersedia dalam masyarakat, yang dapat diperinci menurut jenis
kelamin, tingkat umur, jumlah dan bagaimana sistem penyebarannya.
- Sosiologi, adalah ilmu tentang
kehidupan manusia dalam lingkungan kelompok atau ilmu tentang masyarakat.
Sosiologi sebagai salah satu faktor lingkungan ekstern meliputi struktur
sosial, struktur golongan, lembaga-lembaga sosial (bagaimana sifat dan
pengembangan lembaga-lembaga tersebut)
Dalam menghadapi berbagai macam
faktor yang menyebabkan perubahan, organisasi dapat menyesuaikan diri dengan
mengadakan berbagai perubahan dalam
dirinya, antara lain :
- Mengadakan perubahan struktur
organisasi. Struktur organisasi merupakan salah satu komponen organisasi
yang sering menjadi sasaran perubahan. Perubahan struktur organisasi
tersebut antara lain dapat dilakukan dengan jalan : Menambah/mengurangi
personil/pegawai, menambah/mengurangi pejabat, menambah/mengurangi satuan
organisasi, mengubah kedudukan satuan organisasi, mengubah sistem
desentralisasi menjadi sentralisasi atau sebaliknya, mengadakan peninjauan
kembali tentang pembagian tugas, mengubah beberapa prinsip organisasi yang
dianggap perlu
- Mengubah sikap dan perilaku
pegawai dengan mengadakan pembinaan, pengembangan, pendidikan dan
pelatihan pegawai.
- Mengubah tata aliran kerja
- Mengubah peralatan kerja sesuai
perkembangan teknologi modern, pengembangan, pendidikan dan pelatihan
kerja
- Mengadakan perubahan prosedur
kerja yang dapat meliputi : perubahan prosedur kerja dalam penetapan
kebijaksanaan, perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, proses
pengendalian, dan dalam pengambilan keputusan.
- Mengadakan perubahan dalam
hubungan kerja antar-personal, baik secara vertikal, diagonal, maupun secara
horizontal.
Perubahan struktur organisasi harus
tetap berpegang teguh kepada prinsip
bahwa struktur organisasi disusun dan ditetapkan dengan tujuan
memberikan suatu gambaran tentang hal-hal sebagai berikut:
- Tipe organisasi yang
dipergunakan, misalnya tipe piramid mendatar (falt), tipe piramid terbalik
- Bentuk organisasi yang
bersangkutan, misalnya bentuk organisasi garis lini, bentuk organisasi
staf, bentuk organisasi fungsi.
- Jaringan hirarki atau saluran
wewenang dan tanggung jawab
- Saluran atau jaringan yang
berlangsung dalam organisasi tersebut
- Hubungan kerja yang terdapat
dalam organisasi
- Pembagian tugas
- Luas-sempitnya rentangan
kendali
- Besar-kecilnya organisasi yang
bersangkutan
- Jumlah pejabat teras organisasi
- Kesederhanaan-kekompleksan
organisasi
Setiap kegiatan yang dilakukan
secara sadar selalu mempunyai tujuan. Demikian pula dengan perubahan
organisasi. Tujuan perubahan
organisasi antara lain :
- Meningkatkan efisiensi dan
produktivitas
- Meningkatkan kemampuan
organisasi dalam menghadapi berbagai faktor yang menyebabkan perubahan
organisasi sehingga organisasi mampu bertahan dan berkembang
- Mengadakan
penyesuaian-penyesuaian seperlunya sehubungan dengan perubahan-perubahan
tersebut.
- Untuk mengendalikan, khususnya
dalam mengendalikan suasana kerja, sehingga anggota organisasi tidak
terpengaruhi atas perubahan-perubahan yang sedang berlangsung
- Meningkatkan peran organisasi
dalam menghadapi perubahan-perubahan yang sedang terjadi atau sedang
berlangsung
Dalam melakukan perubahan,
organisasi sering menghadapi berbagai macam hambatan. Umumnya tantangan dan
hambatan timbul justru berasal dari dalam organisasi itu sendiri yang
disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain :
- Adanya pejabat yang takut
kehilangan jabatan/kedudukan
- Ada pejabat/ pegawai yang takut
akan kehilangan/berkurangnya penghasilan
- Ada pejabat/pegawai yang takut
kehilangan pimpinan yang selama ini dianggap baik dan mampu memberikan
bimbingan
- Ada pejabat yang takut
perubahan itu akan mengakibatkan rahasianya terbongkar
- Ada pejabat yang berpandangan
bahwa dengan melakukan perubahan maka justru akan menimbulkan pemborosan
- Ada sementara pejabat/pegawai
yang takut terkena alih tugas atau alih jabatan ke bagian yang tidak
sesuai dengan kemampuannya, karena situasi atau kondisi kerja yang tidak
memungkinkan.
Proses
Perubahan
Yang dimaksud dengan proses
perubahan adalah tata urutan atau langkah langkah dalam mewujudkan perubahan
organisasi. Langkah tersebut terdiri dari :
- Mengadakan
Pengkajian :
Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap organisasi apapun tidak dapat
menghindarkan diri dari pengaruh daripada berbagai perubahan yang terjadi
di luar organisasi. Perubahan yang terjadi di luar organisasi itu mencakup
berbagai bidang, antara lain politik, ekonomi, teknologi, hukum, sosial
budaya dan sebagainya. Perubahan tersebut mempunyai dampak terhadap
organisasi, baik dampak yang bersifat negatif maupun positif. Dampak
bersifat negatif apabila perubahan itu menjadi hambatan bagi kelancaran,
perkembangan dan kemajuan organisasi. Dampak bersifat positif apabila perubahan
itu dapat memperlancar kegiatan, perkembangan dan kemajuan organisasi atau
dalam bentuk kesempatan-kesempatan baru yang tidak tersedia sebelumnya.
- Mengadakan
Identifikasi :
Yang perlu diidentifikasi adalah dampak perubahan perubahan yang terjadi
dalam organisasi. Setiap faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan
organisasi harus diteliti secara cermat sehingga jelas permasalahannya dan
dapat dipecahkan dengan tepat.
- Menetapkan
Perubahan :
Sebelum langkah-langkah perubahan diambil, pimpinan organisasi harus yakin
terlebih dahulu bahwa perubahan memang harus dilakukan, baik dalam rangka
meningkatkan kemampuan organisasi maupun dalam rangka mempertahankan
eksistensi serta pengembangan dan pertumbuhan organisasi selanjutnya.
- Menentukan
Strategi :
Apabila pimpinan organisasi yakin bahwa perubahan benar-benar harus
dilakukan maka pemimpin organisasi haru segera menyusun strategi untuk
mewujudkannya.
- Melakukan
Evaluasi :
Untuk mengetahui apakah hasil dari perubahan itu bersifat positif atau
negatif, perlu dilakukan penilaian. Apabila hasil perubahan sesuai dengan
harapan berarti berpengaruh postif terhadap organisasi, dan apabila
sebaliknya berarti negatif.
PENGEMBANGAN
ORGANISASI
Istilah pengembangan organisasi sering disebut juga Organisation Development, disingkat OD.
Beberapa definisi tentang Pengembangan Organisasi :
Menurut Admosudirdjo (1980; 323-324), pengembangan organisasi mempunyai dua arti, yaitu pengembangan organisasi sebagai fungsi administrator atau fungsi administrasi, dan pengembangan organisasi sebagai fungsi spesialis (specialist function) atau sebagai suatu teknik manajemen.
- Pengembangan organisasi sebagai
fungsi administrasi atau sebagai fungsi administrator adalah kegiatan yang
merupakan fungsi dan kewajiban daripada administrasi untuk selalu
mengembangkan dan menyesuaikan organisasi kepada perkembangan tugas pokok,
kepada perkembangan keadaan lingkungan, kepada kemajuan teknologi yang
dipergunakan kepada kemajuan personil serta produktivitas.
- Pengembangan organisasi sebagai
fungsi spesialis atau sebagai teknik manajemen merupakan suatu strategi
pendidikan yang kompleks yang bertujuan mengubah kepercayaan, sikap
mental, nilai, dan struktur daripada organisasi untuk menyesuaikan diri
dengan perubahan teknologi, lingkungan serta tantangan-tantangannya.
Ciri-ciri pengembangan organisasi :
- Bahwa pengembangan organisasi
merupakan suatu usaha yang dilakukan secara berencana. Hal ini berarti
pengembangan organisasi meliputi penetapan tujuan, perencanaan,
pengendalian dan pengambilan tindakan.
- Pengembangan organisasi
mencerminkan suatu proses yang berlangsung terus menerus setiap kali
timbul perkembangan keadaan yang membutuhkan
- Pengembangan organisasi
berorientasi kepada masalah atau persoalan organisasi yang harus
dipecahkan. Dengan kata lai pengembangan organisasi merupakan usaha
pemecahan persoalan atau masalah yang timbul dalam organisasi.
- Pengembangan organisasi
merupakan kegiatan yang menerapkan asas-asas dan praktek perilaku
- Pengembangan organisasi
merupakan tanggapan terhadap berbagai perubahan yang terjadi di luar
organisasi
- Pengembangan organisasi
merupakan usaha ke arah penyempurnaan organisasi
- Pengembangan organisasi
merupakan usaha untuk menyesuaikan dengan hal-hal yang baru.
- Pengembangan organisasi
merupakan usaha penyempurnaan yang dilakukan oleh pemimpin organisasi
melalui bantuan para ahli atau spesialis, atau ahli pengembangan
organisasi.
- Pengembangan organisasi
merupakan fungsi administrasi atau fungsi administrator atau manajer yang
mempunyai kedudukan tinggi
- Pengembangan organisasi
merupakan teknik manajemen yang dipergunakan untuk menghadapi masalah atau
persoalan tertentu.
- Pengembangan organisasi
merupakan bagian integral daripada fungsi organizing, yang merupakan salah
satu fungsi organik administrasi dan manajemen.
- Pengembangan organisasi,
disamping berorientasi persoalan, juga berorientasi kemajuan. Hal ini
berarti tekanan yang diutamakan oleh pengembangan organisasi adalah
kemajuan.
Metode Pengembangan Organisasi
Dalam kegiatan pengembangan
organisasi terdapat berbagai macam metode yang pada dasarnya dikelompokan dalam
2 macam, yaitu metode pengembangan perilaku, dan metode pengembangan
keterampilan dan sikap
Metode Pengembangan Perilaku
Metode Pengembangan Perilaku
- Metode pengembangan perilaku
atau Behavioral Development
Methode merupakan metode yang berusaha menyelidiki secara
mendalam tentang proses perilaku kelompok dan individu. Hal itu dapat
dilakukan dengan mempergunakan berbagai cara. Dengan kata lain, metode
pengembangan perilaku dapat dibedakan menjadi berberapa macam. Dalam buku
ini hanya disebutkan 4 macam yaitu, jaringan manajerial, latihan kepekaan,
pembentukan tim, dan umpan balik survai.
- Jaringan manajerial : Jaringan
manajerial atau kisi manajerial disebut juga latihan jaringan adalah suatu
metode pengembangan organisasi yang didasarkan jaringan material. Teori
ini dipelopori oleh Robert Blake dan Jane Mouton. Menurut mereka, gaya
kepemimpinan akan menjadi sangat efektif apabila perhatian pimpinan
terhadap produksi dan orang dalam keadaan seimbang. Dalam hal demikian
pimpinan menunjukkan perhatian tinggi baik terhadap produksi maupun
terhadap orang.
- Latihan Kepekaan : merupakan
latihan dalam kelompok. Oleh karena itu metode ini dinamakan pula metode
T-group. dalam metode ini yang dimaksud dengan kepekaan adalah kepekaan
terhadap diri sendiri dan terhadap hubungan diri sendiri dengan orang
lain. Metode ini berlandaskan pada anggapan bahwa kesulitan untuk
berprestasi disebabkan oleh adanya persoalan emosional dari kelompok
orang-orang yang harus mencapi tujuan.
- Pembentukan Tim : Merupakan salah
satu metode pengembangan organisasi dengan mengembangkan perilaku kelompok
melalui suatu teknik intervensi yang disebut pembentukan tim. Tujuan dari
pada pengembangan perilaku kelompok ialah untuk melakukan pekerjaan secara
efektif dengan membentuk tim.
- Umpan Balik Survai : adalah
suatu metode yang berusaha mengumpulkan data-data dari para anggota
organisasi. Data itu meliputi data-data yang berhubungan dengan tingkah
laku, sikap, seta berbagai perasaan lain yang ada pada diri setiap anggota
organisasi.
Metode Pengembangan Keterampilan dan Sikap
Metode ini merupakan suatu program
latihan yang dilaksanakan secara terus-menerus dengan tujuan untuk meningkatkan
pengetahuan, keterampilan dan sikap para anggota organisasi. Oleh karena itu
yang dimaksud dengan latihan atau training adalah suatu proses pengembangan
kecakapan, pengetahuan, keterampilan, keahlian, dan sikap tingkah laku dari
para anggota organisasi. Program latihan dapat dilakukan dengan berbagai cara,
diantaranya ialah latihan di tempat kerja, latihan instruksi kerja, latihan di
luar tempat pekerjaan, dan latihan di tempat kerja tiruan.
- Latihan
di tempat kerja :
Latihan kerja di tempat kerja yang sebenarnya. Latihan ini melatih anggota
organisasi untuk menjalankan pekerjaan-pekerjaan dengan lebih efisien.
Keuntungan yang diperoleh dalam latihan di tempat kerja ini antara lain,
sangat ekonomis karena para peserta tetap produktif selama mereka
mengikuti dan menjalankan latihan, selain itu prestasi anggota organisasi
tidak akan berkurang atau hilang, hal ini sangat berbeda apabila dibanding
dengan latihan yang diadakan diluar tempat kerja. Latihan yang di luar
tempat kerja akan mengakibatkan sebagian prestasi hilang apabila peserta
latihan kembali ke tempat kerjanya masing-masing.
- Latihan
instruksi kerja :
Terdiri dari 3 macam yaitu Job
Instruction Training (latihan mengenai proses pemberian
instruksi-instruksi kerja. Para peserta latihan mula-mula diperkenalkan
dengan pekerjaan, dan kepada mereka diberikan berbagai instruksi dan
demonstrasi secara bertahap mengenai fungsi pekerjaan.) Job Methode Training (Latihan
yang berhubungan dengan penyederhanaan kerja) Job Relation Training (Latihan yang berhubungan dengan
faktor manusian di dalam pekerjaannya setiap hari)
- Latihan
di luar tempat kerja :
merupakan latihan yang diadakan di luar tempat kerja. Salah satu
keuntungan dari latihan ini adalah adanya motivasi dari para peserta
latihan untuk lebih memahami materi/bahan pelajaran mengingat mereka tidak
dibebani dengan pekerjaan selama mereka mengikuti latihan.
- Latihan
di tempat kerja tiruan :
adalah latihan yang diberikan pada tempat kerja tiruan. Latihan ini
umumnya diberikan kepada mereka yang bekerja di tempat-tempat kerja yang
membawa risiko cukup besar. Dengan latihan ini diharapkan para peserta
lebih banyak menguasai tentang teknik-teknik kerja yang baik.
Faktor-faktor Perubahan Organisasi
Di dalam
sebuah perubahan dan pengembangan tentu dapatlah terjadi pada apapun dan
siapapun tidak terkecuali dengan suatu bidang organisasi. Namun, tidak banyak
individu atau organisasi yang menyukai adanya perubahan, namun perubahan tidak
dapat dihindari namun harus di hadapi secara lantang dan berani.
Faktor perubahan dalam suatu organisasi dapat terjadi karna 2 faktor, yaitu :
Faktor perubahan dalam suatu organisasi dapat terjadi karna 2 faktor, yaitu :
1. Faktor internal
2. Faktor eksternal
1. Faktor
internal :
Merupakan
suatu faktor yang segala keseluruhan faktor yang ada di dalam organisasi dimana
faktor tersebut dapat mempengaruhi organisasi dan kegiatan organisasi tersebut
yang bersangkutan.
2. Faktor eksternal :
2. Faktor eksternal :
Merupakan
segala keseluruhan faktor yang ada di luar organisasi yang dapat mempengaruhi
organisasi dan kegiatan organisasi. Beberapa faktor tersebut antara lain :
Politik, Hukum , Kebudayaan, Teknologi, Sumber alam, Demografi dan
sebagainya.
Dari
perubahan tersebut tentunya akan berdampak pada beberapa perubahan dalam
organisasi tersebut, seperti perubahan sifat organisasi. Untuk menangani
masalah tersebut, haruslah organisasi tersebut menetapkan suatu tindakan atau
kebijakan dan penyesuaian diri agar sifat organisasi yang sebelumnya tidak
lenyap dan terganti.
Saat
terjadi perubahan struktur organisasi, haruslah tetap berpegang teguh kepada
prinsip bahwa struktur organisasi telah disusun dan di tetapkan dengan tujuan
memberikan suatu gambaran tentang berbagai hal dalam organisasi tersebut.
Dalam melakukan perubahan dalam suatu organisasi umumnya tidak berjalan dengan begitu lancar karna terdapat beberapa hambatan dalam proses perubahan tersebut. Hambatan tersebut umumnya terjadi dari luar atau dari faktor ekstenal.
Dalam melakukan perubahan dalam suatu organisasi umumnya tidak berjalan dengan begitu lancar karna terdapat beberapa hambatan dalam proses perubahan tersebut. Hambatan tersebut umumnya terjadi dari luar atau dari faktor ekstenal.
#ref : raitosun.blogspot.com
Proses Perubahan Organisasi
Organisasi mengalami perubahan karena organisasi selalu menghadapi
berbagai macam tuntutan kebutuhan. Tuntutan itu timbul sebagai akibat pengaruh
lingkungan (eksternal dan internal) organisasi yang selalu berubah. Untuk
menghadapi faktor penyebab perubahan tersebut, organisasi harus dapat
menyesuaikan diri dengan pengadakan berbagai perubahan dalam dirinya.
Perubahan-perubahan itu tentunya ke arah pengembangan organisasi yang lebih
baik.
Tujuan perubahan
organisasi adalah meningkatkan efisiensi dan produktivitas, meningkatkan
kemampuan organisasi dalam menghadapi berbagai faktor yang menyebabkan
perubahan organisasi sehingga organisasi mampu bertahan dan berkembang,
mengadakan penyesuaian-penyesuaian seperlunya sehubungan dengan
perubahan-perubahan tersebut, untuk mengendalikan, khususnya dalam mengendalikan
suasana kerja, sehingga anggota organisasi tidak terpengaruhi atas
perubahan-perubahan yang sedang berlangsung dan meningkatkan peran organisasi
dalam menghadapi perubahan-perubahan yang sedang tejadi atau berlangsung.
Berbicara mengenai perubahan yang direncanakan dalam organisasi berarti menyangkut pengembangan organisasi. Pengembangan organisasi berhubungan dengan suatu strategi, sistem, proses-proses guna menimbulkan perubahan organisasi sesuai dengan rencana, sebagai suatu alat guna menghadapi situasi-situasi yang berubah yang dihadapi oleh organisasi modern dan yang berupaya untuk menyesuaikan diri (mengadaptasi) dengan lingkungan mereka. Teknik-teknik dalam melakukan pengembangan organisasi meliputi latihan labolatorium, latihan manager, grid, feedback survei, pembentukan tim, konsultasi proses, pengembangan karir, desain pekerjaan, manajeman ketegangan dan lain-lain.
Melakukan perubahan ke arah pengembangan organisasi ini, tidak luput dari timbulnya berbagai problem-problem yang justru dapat membahayakan kelangsungan organisasi. Problem pengembangan juga merupakan salah satu problem pelik yang harus dipecahkan oleh para manajer, karena bukan saja organisasi-organisasi perlu dikembangkan, tetapi pula manusia di dalam organisasi tersebut perlu pula diikut sertakan dalam pengembangan organisasi, dalam rangka usaha menghadapi pihak saingan dan tuntutan lingkungan. Salah satu masalah penting yang dapat terjadi dalam perubahan dan pengembangan organisasi adalah konflik. Problem konflik itu tidak dapat dihindari dalam organisasi, dengan kata lain konflik pasti terjadi dalam organisasi karena konflik bersifat alamiah.
Pada umumnya orang beranggapan bahwa konflik itu selalu menimbulkan dampak negative, menunjukan isyarat bahwa ada sesuatu yang tidak beres dalam organisasi atau menunjukan kegagalan manajer mengelola organisasi. Namun sesuai dengan adanya perkembangan ilmu perilaku, pandangan-pandangan itu mulai bergeser. Ternyata ada konflik-konflik tertentu dalam organisasi yang jika dikelola dengan baik, dapat membawa perubahan dan pengembangan bagi organisasi dan organisasi tanpa konflik juga akan menghambat perubahan kearah pengembangan organisasi. Yang menjadi pertanyaan kita ialah konflik yang bagaiamana yang dapat membawa perubahan dalam organisasi? bagaimana pengelolaan konflik sehingga dapat mencapai perubahan ke arah pengembangan organisasi.
Mengapa Ada Perkembangan Organisasi
Pertumbuhkembangan IPTEK , sosial, ekonomi, dan lingkungan menimbulkan permasalan yang harus dihadapi organisasi menjadi semakin luas dan kompleks. Permasalahn tersebut terus berkembang sesuai percepatan perubahan yang terjadi.
Berbicara mengenai perubahan yang direncanakan dalam organisasi berarti menyangkut pengembangan organisasi. Pengembangan organisasi berhubungan dengan suatu strategi, sistem, proses-proses guna menimbulkan perubahan organisasi sesuai dengan rencana, sebagai suatu alat guna menghadapi situasi-situasi yang berubah yang dihadapi oleh organisasi modern dan yang berupaya untuk menyesuaikan diri (mengadaptasi) dengan lingkungan mereka. Teknik-teknik dalam melakukan pengembangan organisasi meliputi latihan labolatorium, latihan manager, grid, feedback survei, pembentukan tim, konsultasi proses, pengembangan karir, desain pekerjaan, manajeman ketegangan dan lain-lain.
Melakukan perubahan ke arah pengembangan organisasi ini, tidak luput dari timbulnya berbagai problem-problem yang justru dapat membahayakan kelangsungan organisasi. Problem pengembangan juga merupakan salah satu problem pelik yang harus dipecahkan oleh para manajer, karena bukan saja organisasi-organisasi perlu dikembangkan, tetapi pula manusia di dalam organisasi tersebut perlu pula diikut sertakan dalam pengembangan organisasi, dalam rangka usaha menghadapi pihak saingan dan tuntutan lingkungan. Salah satu masalah penting yang dapat terjadi dalam perubahan dan pengembangan organisasi adalah konflik. Problem konflik itu tidak dapat dihindari dalam organisasi, dengan kata lain konflik pasti terjadi dalam organisasi karena konflik bersifat alamiah.
Pada umumnya orang beranggapan bahwa konflik itu selalu menimbulkan dampak negative, menunjukan isyarat bahwa ada sesuatu yang tidak beres dalam organisasi atau menunjukan kegagalan manajer mengelola organisasi. Namun sesuai dengan adanya perkembangan ilmu perilaku, pandangan-pandangan itu mulai bergeser. Ternyata ada konflik-konflik tertentu dalam organisasi yang jika dikelola dengan baik, dapat membawa perubahan dan pengembangan bagi organisasi dan organisasi tanpa konflik juga akan menghambat perubahan kearah pengembangan organisasi. Yang menjadi pertanyaan kita ialah konflik yang bagaiamana yang dapat membawa perubahan dalam organisasi? bagaimana pengelolaan konflik sehingga dapat mencapai perubahan ke arah pengembangan organisasi.
Mengapa Ada Perkembangan Organisasi
Pertumbuhkembangan IPTEK , sosial, ekonomi, dan lingkungan menimbulkan permasalan yang harus dihadapi organisasi menjadi semakin luas dan kompleks. Permasalahn tersebut terus berkembang sesuai percepatan perubahan yang terjadi.
Situasi yang terjadi
menjadikan pembelajaran bahwa permasalahan tidak tumbuh secara linier, dimana
banyak seklai hal-hal yang tidak pernah diduga sebelumnya. Dengan demikian
organisasi dituntut untuk terus menerus mempersiapkan dirinya mengantisipasi
dan menyesuaikan diri dengan perubahan. Pengalaman yang dialami berbagai
organisasi di Negara maju menunjukkan bahwa hanya organisasi yang secara konsisten
terus meningkatkan dirinya melalui pengembangan organisasi yang dapat bertahan.
Dalam kenyataannya
organisasi seringkali terjadi keadaan yang tidak mengalami pertumbuhan yang
disebabkan keengganan manusia untuk mengikuti perubahan, dimana perubahan dianggap
bisa menyebabkan dis equilibrium (hilangnya keseimbangan moral). Hal ini
mengakibatkan penyakit masyarakat atau tindakan yang tidak sesuai dengan
ketentuan yang berlaku dalam organisasi sehingga perlu dilakukan pengembangan
organisasi untuk melakukan evaluasi, adaptasi, kaderisasi dan inovasi.
Pengembangan organisasi
merupakan proses terencana untuk mengembangkan kemampuan organisasi dalam
kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berubah, sehingga dapat mencapai
kinerja yang optimal yang dilaksanakan oleh seluruh anggota organisasi.
Pengembangan Organisasi merupakan program yang berusaha meningkatkan
efektivitas keorganisasian dengan mengintegrasikan keinginan individu akan
pertumbuhan dan perkembangan dengan tujuan keorganisasian.
PERKEMBANGAN BARU TENTANG ORGANISASI
Arti Perkembangan OrganisasiPengertian Perkembangan Organisasi. Ada beberapa pengertian tentang Perkembangan Organisasi, diantaranya :
1.
Strategi untuk merubah nilai-nilai
daripada manusia dan juga struktur organisasi sehingga organisasi itu dapat
beradaptasi dengan dengan lingkungannya.
2.
Suatu penyempurnaan yang terencana
dalam fungsi menyeluruh (nilai dan struktur) suatu organisasi.
3.
PO merupakan suatu proses yang meliputi
serangkaian perencanaan perubahan yang sistematis yang dilakukan secara
terus-menerus oleh suatu organisasi.
4.
PO merupakan suatu pendekatan
situasional atau kontingensi untuk meningkatkan efektifitas organisasi
5.
PO lebih menekankan pada system sebagai
sasaran perubahan.
6.
PO meliputi perubahan yang sengaja
direncanakan
Dari
beberapa pengertian diatas,dapat kita simpulkan bahwa Pengembangan Organisasi
merupakan program yang berusaha meningkatkan efektivitas keorganisasian dengan
mengintegrasikan keinginan bersama akan pertumbuhan dan perkembangan dengan
tujuan keorganisasian. Pengembangan organisasi (PO) sebagai suatu disiplin
perubahan perencanaan yang menekankan pada penerapan ilmu pengetahuan dan
praktek keperilakuan untuk membantu organisasi-organisasi mencapai efektivitas
yang lebih besar. Para manajer dan staf ahli harus bekerja dengan dan melalui
orang-orang untuk melaksanakan tugas-tugas mereka dan PO dapat membantu mereka
membentuk hubungan yang efektif di antara mereka.
Di dalam menghadapi
akselerasi perubahan yang semakin cepat, PO diperlukan untuk bisa mengatasi konsekuensi-konsekuensi
dari perubahan tersebut.
Pengembangan organisasi mengukur prestasi suatu organisasi dari segi efisiensi, efektifitas dan kesehatan :
Pengembangan organisasi mengukur prestasi suatu organisasi dari segi efisiensi, efektifitas dan kesehatan :
1.
Efisien dapat diukur dengan perbandingan
antara masukan dan keluaran, yang mengacu pada konsep Minimaks (Masukan minimum
dan keluaran maksimum).
2. Efektifitas adalah suatu tingkat prestasi organisasi dalam mencapai tujuannya artinya kesejahteraan tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai
3. Kesehatan organisasi adalah suatu fungsi dari sifat dan mutu hubungan antara para individu dan organisasi yaitu hubungan yang dinamis dan adaptabilitas
Ciri Pengembangan Organisasi
2. Efektifitas adalah suatu tingkat prestasi organisasi dalam mencapai tujuannya artinya kesejahteraan tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai
3. Kesehatan organisasi adalah suatu fungsi dari sifat dan mutu hubungan antara para individu dan organisasi yaitu hubungan yang dinamis dan adaptabilitas
Ciri Pengembangan Organisasi
2.
Pengembangan organisasi yang efektif
memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1. Merupakan strategi terencana dalam mewujudkan perubahan organisasional, yang memiliki sasaran jelas berdasarkan diagnosa yang tepat tentang permasalahan yang dihadapi oleh organisasi.
2. Merupakan kolaborasi antara berbagai pihak yang akan terkena dampak perubahan yang akan terjadi.
3. Menekankan cara-cara baru yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja seluruh organisasi dan semua satuan kerja dalam organisasi.
4. Mengandung nilai humanistik dimana pengembangan potensi manusia menjadi bagian terpenting.
5. Menggunakan pendekatan komitmen sehingga selalu memperhitungkan pentingnya interaksi, interaksi dan interdependensi antara berbagai satuan kerja sebagai bagian integral di suasana yang utuh.
6. Menggunakan pendekatan ilmiah dalam upaya meningkatkan efektivitas organisasi.
Bila selama ini kita hanya mengenal pembelajaran pada tingkat individu dan kelompok, maka perkembangan manajemen telah mengenal pembelajaran organisasi (learning organization), yang secara sederhana dapat diartikan sebagai : organisasi yang secara terus menerus melakukan perubahan diri agar dapat mengelola pengetahuan lebih baik lagi, memanfaatkan tekhnologi, memberdayakan sumber daya, dan memperluas area belajarnya agar mampu bertahan di lingkungan yang selalu berubah.
Organisasi (Yunani: ὄργανον, organon – alat) adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah unt tujuan bersama. Dalam ilmu-ilmu sosial, organisasi dipelajari oleh periset dari berbagai bidang ilmu, terutama sosiologi, ekonomi, ilmu politik, psikologi, dan manajemen. Kajian mengenai organisasi sering disebut studi organisasi (organizational studies), perilaku organisasi (organizational behaviour), atau analisa organisasi (organization analysis).
1. Merupakan strategi terencana dalam mewujudkan perubahan organisasional, yang memiliki sasaran jelas berdasarkan diagnosa yang tepat tentang permasalahan yang dihadapi oleh organisasi.
2. Merupakan kolaborasi antara berbagai pihak yang akan terkena dampak perubahan yang akan terjadi.
3. Menekankan cara-cara baru yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja seluruh organisasi dan semua satuan kerja dalam organisasi.
4. Mengandung nilai humanistik dimana pengembangan potensi manusia menjadi bagian terpenting.
5. Menggunakan pendekatan komitmen sehingga selalu memperhitungkan pentingnya interaksi, interaksi dan interdependensi antara berbagai satuan kerja sebagai bagian integral di suasana yang utuh.
6. Menggunakan pendekatan ilmiah dalam upaya meningkatkan efektivitas organisasi.
Bila selama ini kita hanya mengenal pembelajaran pada tingkat individu dan kelompok, maka perkembangan manajemen telah mengenal pembelajaran organisasi (learning organization), yang secara sederhana dapat diartikan sebagai : organisasi yang secara terus menerus melakukan perubahan diri agar dapat mengelola pengetahuan lebih baik lagi, memanfaatkan tekhnologi, memberdayakan sumber daya, dan memperluas area belajarnya agar mampu bertahan di lingkungan yang selalu berubah.
Organisasi (Yunani: ὄργανον, organon – alat) adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah unt tujuan bersama. Dalam ilmu-ilmu sosial, organisasi dipelajari oleh periset dari berbagai bidang ilmu, terutama sosiologi, ekonomi, ilmu politik, psikologi, dan manajemen. Kajian mengenai organisasi sering disebut studi organisasi (organizational studies), perilaku organisasi (organizational behaviour), atau analisa organisasi (organization analysis).
Definisi
Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok sama satu sama lain, dan ada pula yang berbeda. Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.
Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok sama satu sama lain, dan ada pula yang berbeda. Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.
enurut para ahli
terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut.
* Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama
* Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama
* James D. Mooney
mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk
mencapai tujuan bersama.
* Chester I. Bernard
berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama
yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
* Stephen P. Robbins
menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang
dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat
diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk
mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat.Karena sebuah organisasi yang baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat yang ada disekitarnya, keberadaan ini tentunya berupa suatu kontribusi yang diberikan sebuah organisasi tersebut.[rujukan?] Kontribusi-kontribusi tersebut bisa berupa pengambilan sumber daya manusia dalam negeri sebagai anggota-anggotanya, sehingga angka pengangguran yang meningkat tiap tahunnya dapat ditekan seminimal mungkin.Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus menerus.
Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat.Karena sebuah organisasi yang baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat yang ada disekitarnya, keberadaan ini tentunya berupa suatu kontribusi yang diberikan sebuah organisasi tersebut.[rujukan?] Kontribusi-kontribusi tersebut bisa berupa pengambilan sumber daya manusia dalam negeri sebagai anggota-anggotanya, sehingga angka pengangguran yang meningkat tiap tahunnya dapat ditekan seminimal mungkin.Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus menerus.
Rasa keterkaitan ini,
bukan berarti keanggotaan seumur hidup.Akan tetapi sebaliknya, organisasi
menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka, meskipun pada
saat mereka menjadi anggota, orang-orang dalam organisasi berpartisipasi secara
relatif teratur.
No comments:
Post a Comment