Keindahan atau keelokan
merupakan sifat dan ciri dari orang, hewan, tempat, objek, atau gagasan yang
memberikan pengalaman persepsi kesenangan, bermakna, atau kepuasan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, keindahan
diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar atau elok.
Keindahan dipelajari sebagai bagian dari estetika, sosiologi, psikologi sosial,
dan budaya. Sebuah "kecantikan yang ideal" adalah sebuah entitas yang
dikagumi, atau memiliki fitur yang dikaitkan dengan keindahan dalam suatu
budaya tertentu, untuk kesempurnaannya.
Pengalaman "keindahan"
sering melibatkan penafsiran beberapa entitas yang seimbang dan selaras dengan
alam, yang dapat menyebabkan perasaan daya tarik dan ketenteraman emosional.
Karena ini adalah pengalaman subyektif, sering dikatakan bahwa beauty is in the eye of the beholder
atau "keindahan itu berada pada mata yang melihatnya.""[1]
Keindahan adalah sesuatu yang
mendatangkan rasa sedang bagi yang melihatnya (Leo Tolstoy, pujangga Rusia),
keindahan adalah sesuatu yang mendatangkan rasa senang (Humo, pujangga
Inggris), dan keindahan adalah sesuatu yang paling banyak mendatangkan rasa
senang (Hemsterhuis, pujangga Belanda)
Keindahan adalah susunan yang
teratur dari bagian yang erat antara satu dengan lainnya (Baumgarten, pujangga
Jerman), keindahan adalah sesuatu yang memiliki proporsi yang harmonis
(Shaftesbury, pujangga Jerman), Keindahan adalah keserasian obyek dengan
tujuannya (Emmanuel Kant).
Keindahan atau keserasian
diwujudkan dalam bentuk ukuran, perpaduan, pertentangan atau keseimbangan.
Ukuran segi panjang yang indah adalah 3 berbanding 5, perpaduan kulit yang
gelap dengan baju yang berwarna lembut adalah serasi, pertentangan tinggi
rendah atau keras lembutnya suara musik adalah indah dan keseimbangan yang
tercipta dari seorang yang bertubuh tinggi mengenakan baju bergaris horisontal
atau orang yang pendek mengenakan baju bergaris vertikal adalah serasi.
Keindahan berasal dari kata
indah yang artinya bagus, cantik, atau elok. Indah sama dengan “beauty” (bahasa
Inggris), “Beau” (bahasa Perancis) atau “Bello” (bahasa Italia). Keindahan
dapat diartikan secara artistik, terbatas, dan luas.
Keindahan dalam arti artistik
bersifat subyektif, artinya keindahan tersebut merupakan hasil hubungan antara
pikiran dengan benda yang diamati. Keindahan artistik ditentukan oleh unsur
dinamis berupa kesan yang berubah akibat dunia yang selalu berubah-ubah.Unsur dinamis menyebabkan
keindahan artistik juga dinamis, artinya kendahan dinilai sesuai dengan tempat
dan jamannya. Dengan demikian, keindahan dalam arti artistik merupakan hasil
hubungan antara pikiran dengan benda yang diamati yang selalu berubah kesannya
sesuai tempat dan jamannya.
Keindahan dalam arti artistik
disebut juga dengan keindahan seni yang merupakan pengutaraan isi jiwa atau
perasaan sang penciptanya. Isi jiwa manusia dapat berbentuk rasa indah, rasa
lucu (kosmis), rasa sedih (tragis) rasa gaib (magic) dan sebagainya. Hasil
karya seni mencerminkan isi jiwa sang penciptanya dan mengungkapkan keindahan
dalam arti artistik (seni).
Menurut Profesor Bruyne, seni
adalah perpaduan perasaan dan pengetahuan yang disebut intuisi atau perasaan
yang matang yang lahir dengan sendirinya dan diwujudkan dalam bentuk karya seni
nyata. Puisi “Aku” karangan Chairil Anwar yang merupakan karya seni puisi baru
dan sebagai bentuk protes terhadap karya seni yang berlaku pada masa itu.
Lukisan “Monalisa” karya Leonardo da Vinci membawa pesan bahwa wanita cantik
akan selalu menarik dan menggambarkan keagungan Tuhan yang menganugerahkan
kecantikan pada seorang wanita.
Keindahan dalam arti seni
berbeda dengan keindahan dalam arti terbatas yang bersifat obyektif dan
dipengaruhi unsur statis. Unsur statis merupakan ciri estetis yang melekat pada
bentuk dan warna suatu benda sehingga relatif tetap dari masa ke masa dan di
semua tempat.
Ciri estetis pada keindahan
dalam arti terbatas diperoleh dari kebiasaan manusia dalam berpikir, merasa dan
akhirnya mengambil sikap. Bentuk sikap yang muncul, misalnya senang-benci,
puas-kecewa, dan sebagainya. Sikap-sikap tersebut dipengaruhi oleh kepekaan
seseorang dalam melihat bentuk dan warna yang menimbulkan rasa senang. Inilah
yang dimaksud keindadahan dalam arti terbatas.
Dalam arti luas, keindahan
adalah segala yang baik seperti keindahan alam atau keindahan moral. Sikap yang
halus, lembut, sopan atau beradab merupakan keindahan moral. Keindahan juga
diartikan sebagai segala yang wajar, artinya lukisan wanita yang lebih cantik
dari wajah aslinya tidaklah indah, karena lukisan tersebut kurang wajar.
Keindahan moral, seperti sikap yang halus, lembut, sopan, atau beradab dapat ditunjukkan oleh anggota badan, cara berbahasa serta perpaduan pikiran perasaan dan kemauan.
Keindahan moral, seperti sikap yang halus, lembut, sopan, atau beradab dapat ditunjukkan oleh anggota badan, cara berbahasa serta perpaduan pikiran perasaan dan kemauan.
Sikap yang halus dapat
ditunjukkan oleh anggota badan seperti kaki, tangan, kepala, bahu, bibir,
mulut, mata, atau muka. Kaki melipat atau mengangkang menunjukan sifat tidak
halus. Demikian pula dengan cara meraba atau menjabat tangan, kepala yang
menunduk atau mengangguk, bahu yang terbuka atau mengangkat, bibir yang
dimencongkan atau dimonyongkan, mulut yang mengatup atau menganga, mata yang
melirik atau terbelalak, muka yang berseri ditengah musibah atau berkerut di
saat orang sedang senang dan sebagainya menunjukan sifat-sifat yang tidak
halus, tidak sopan atau tidak beradab.
Untuk menampilkan sikap yang
halus seseorang dapat menunjukkannya dengan cara berbahasa, yakni dengan
pilihan kata yang sopan dan tidak kotor, susunan kalimat yang tidak kacau,
rangkaian kalimat yang teratur, nada suara yang sesuai keadaan untuk tinggi
maupun rendahnya, serta irama suara yang sesuai, keras atau lembutnya.
Sikap halus juga dapat
ditunjukkan oleh perpaduan pikiran perasaan dan kemauan atau perpaduan cipta,
rasa dan karsa. Perpaduan tersebut dinamakan Trias dinamika yang mempengaruhi
sikap seseorang. Pikiran yang kusut menyebabkan seseorang terlihat murung,
perasaan yang riang menyebabkan seseorang terlihat lincah dan adanya kemauan
menyebabkan seseorang melakukan sesuatu.
Yang di
maksud dengan keserasian adalah kemampuan menata sesuatu yang dapat dinikmati
orang lain karena indah. Keserasian itu dikatakan indah karena cocok, sesuai,
pantas, serta keterpaduan beberapa kualitas. Dalam hubungannya dengan
keindahan, keserasian memiliki makna perpaduan antara berbagai unsur yang
menjadi satu sehingga menimbulkan satu bentuk keindahan. Sehingga keserasian
memiliki hubungan yang erat kaintannya dengan keindahan, tanpa adanya
keserasian, keindahan tidak akan terwujud
keserasian adalah kecocokan yang mengandung unsur
perpaduan, pertentangan, ukuran dan kesimbangan, yang terdiri dari:
·
Teori
Objectif
berpendapat bahwa keindahan atau ciri-ciri yang
menciptak nilai estetika adalah sifat (kulitas) yang memang melekat dalam
bentuk indah yang bersangkutan, terlepas dari orang yang mengamatinya.Pendukung
teori objectif adalah Plato, Hegel
·
Teori
Subjectif
menyatakan bahwa ciri-ciri yang menciptakan keindahan
suatu benda itu tidak ada, yang ada hanya perasaan dalam diri sesorang yang
mengamati suatu benda
·
Teori Perimbangan
Dalam arti yang terbatas yakni secara kualitatif yang
di ungkapkan dengan angka-angka, keindahan hanyalah kesan yang subjectif
sifatnya dan berpendapat bahwa keindahan sesungguhnya tercipta dan tidak ada
keteraturan yakni tersusun dari daya hidup, penggembaraan, pelimpahan dan
pengungkapan perasaan
Asas Keserasian
Asas
Keserasian mengandung pengertian harmoni dalam interaksi antara pengguna jasa
dan penyedia jasa dalam penyelenggaraan pekerjaan konstruksi yang berwawasan
lingkungan untuk menghasilkan produk yang berkualitas dan bermanfaat tinggi.
Keindahan
itu pada dasamya adalah alamiah. Alam ciptaan Tuhan. lni berarti bahwa
keindahan itu ciptaan Tuhan. Alamiah artinya wajar, tidak berlebihan tidak pula
kurang. Kalau pelukis melukis wanita lebih cantik dari keadaan sebenamya,
justru tidak indah. Pengungkapan keindahan dalam karya seni didasari oleh
motivasi tertentu dan dengan tujuan tertentu pula. Motivasi itu dapat berupa
pengalaman atau kenyataan mengenai penderitaan hidup manusia, mengenai
kemerosotan moral, mengenai perubahan nilai-nilai dalam masyarakat, mengenai
keagungan Tuhan, dan banyak lagi lainnya. Berikut ini akan dicoba menguraikan
alasan/motivasi dan tujuan seniman menciptakan keindahan.
1) Tata nilai yang telah usang
Tata nilai yang terjelma dalam adat
istiadat ada yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan, sehingga dirasakan
sebagai hambatan yang merugikan dan mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan,
misalnya kawin paksa.
2) Kemerosotan Zaman
Keadaan yang
merendahkan derajad dan nilai kcmanusiaan ditandai dengan kemerosotan moral.
Kemerosotan moral dapat diketahui dari tingkah laku dan perbuatan manusia yang
bejad terutama dari segi kebutuhan seksual.
Sebagai
contoh ialah karya seni berupa sajak yang dikemukakan oleh W.S.Rendra berjudul
“Bersatulah Pelacur-pelacur Kota Jakarta”. Di sini pengarang memprotes
perbuatan bejad para pejabat, yang merendahkan derajad wanita dengan mengatakan
sebagai inspirasi revolusi, tetapi tidak lebih dari pelacur.
3) penderitaan manusia
Banyak
faktor yang membuat manusia itu menderita. Tetapi yang paling menentukan ialah
faktor manusia itu sendiri. Manusialah yang membuat orang menderita sebagai
akibat nafsu ingin berkuasa. serakah, tidak berhati-hati dan sebagainya.
Keadaan demikian ini tidak mempunyai
daya tarik dan tidak menyenangkan, karena nilai kemanusiaan telah diabaikan,
dan dikatakan tidak indah. Yang tidak indah itu harus dilenyapkan karena tidak
bermanfaat bagi kemanusiaan.
4) Keagungan Tuhan
Keagungan
Tuhan dapat dibuktikan melalui keindahan alam dan keteraturan alam semesta
serta kejadian-kejadian alam. Keindahan alam merupakan keindahan mutlak ciptaan
Tuhan. Manusia hanya dapat meniru saja keindahan ciptaan Tuhan itu.
Seindah-indah tinian terhadap ciptaan Tuhan, tidak akan menyamai keindahan
ciptaan Tuhan itu sendiri. Kecantikan seorang wanita ciptaan Tuhan membuat
kagum seniman Leonardo da Vinci. Karena itu ia berusaha meniru ciptaan Tuhan
dengan melukis Monalisa sebagai wanita cantik. Lukisan monalisa sangat terkenal
karena menarik dan tidak membosankan.
No comments:
Post a Comment