Saturday, May 31, 2014

Tugas ISD (Manusia dan Kasih Sayang)

A.  Pengertian Cinta
Cinta adalah sebuah perasaan yang diberikan oleh Tuhan pada sepasang manusia untuk saling mencintai, saling memiliki, saling memenuhi, saling pengertian. Cinta tidak dapat dipaksakan, cinta juga datang secara tiba-tiba. Cinta memang sangat menyenangkan, tapi kepedihan yang ditinggalkannya kadang berlangsung lebih lama dari cinta itu sendiri. Antara cinta dan benci batasnya amat sangat tipis, tapi dengan cinta dunia yang kita jalani serasa lebih indah, harum dan bermakna.
Cinta pun merupakan perasaan seseorang kepada lawan jenisnya, karena ketertarikan terhadap sesuatu yang dimiliki oleh lawan jenisnya (misalnya sifat, wajah dan lain-lain. Dengan cinta kita bias berbagi suka maupun duka dengan pasangan kita. Namun dalam menjalin hubungan kita harus saling melengkapi satu sama lain dan menerima pasangan kita apa adanya.
 
B.   Pengertian Kasih Sayang
Kasih sayang adalah perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang. Apabila suatu hubungan cinta diakhiri dengan sebuah pernikahan maka hal ini akan menimbulkan perasaan yang lebih dewasa lagi dan juga menuntut agar suatu hubungan tersebut lebih bertanggung jawab, perasaan inilah yang disebut dengan kasih sayang, mengasihi, atau saling menumpahkan kasih sayang.
 
C. Pengertian Kemesraan
Kemesraan berasal dari kata dasar 'mesra', yang artinya perasaan simpati yang akrab. Kemesraan adalah hubungan akrab baik antara pria dan wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga. Kemesraan merupakan perwujudan kasih sayang yang telah mendalam. Cinta yang berlanjut menimbulkan pengertian mesra atau kemesraan. Kemesraan adalah perwujudan dari cinta. Kemesraan dapat menimbulkan daya kreativitas manusia. Kemesraan dapat menciptakan berbagai bentuk seni sesuai dengan kemampuan bakatnya.

D. Pengertian Belas Kasihan
Belas kasih adalah kebajikan di mana kapasitas emosional empati dan simpati untuk penderitaan orang lain dianggap sebagai bagian dari cinta itu sendiri, dan landasan keterkaitan sosial yang lebih besar dan humanisme-dasar ke tertinggi prinsi-prinsip dalam filsafat, masyarakat, dan kepribadian .
Dalam surat Al –Qolam ayat 4,” maka manusia menaruh belas kasihan kepada orang lain, karena belas kasihan adalah perbuatan orang yang berbudi. Sedangkan orang yang berbudi sangat dipujikan oleh Allah SWT.”
Perbuatan atau sifat menaruh belas kasihan adalah orang yang berahlak. Manusia mempunyai potensi untuk berbelas kasihan. Masalahnya sanggupkah ia mengggugah potensi belas kasihannya itu. Bila orang itu tergugah hatinya maka berarti orang berbudi dan terpujilah oleh Allah SWT.
Kemesraan berasal dari kata dasar mesra, yang artinya perasaan simpati yang akrab.kemesraan ialah hubungan yang akrab baik antara pria dan wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga.  Kemesraan pada dasarnya merupakan perwujudan kasih sayang yang mendalam. Filusuf Rusia dalam bukunya makna kasih mengatakan “jika seorang pemuda jatuh cinta pada seorang gadis secara serius, ia terlempar keluar dari cinta diri, Ia mulai hidup untuk orang lain”  Pernyataan ini dijabarkan secara indah oleh William Shakespeare dalam kisah “Romeo dan Juliet”, bila di Indonesia kisah ”Roro Mendut dan Prono Citro”  Yose Ortage Y. Gasset dalam novelnya “On Love” mengatakan, dikedalam sanubarinya seorang pencinta merasa dirinya bersatu tanpa syarat dengan obyek cintanya. Persatuan bersifat kebersamaan yang mendasar dan melibatkan seluruh eksistensinya. Selanjutnya Yose mengatakan, bahwa si pencinta tidaklah kehilangan pribadinya dalam aliran enersi cinta tersebut. Malahan pribadinya akan diperkaya, dan dibebaskan. Cinta yang demikian merupakan pintu bagi seseorang untuk mengenal dirinya sendiri. Kemampuan mencinta memberi nilai hidup kita, dan menjadi ukuran terpenting dalam menentukan apakah kita maju atau tidak dalam evolusi kita.  Dari uraian diatas terlihat betapa agung dan sucinya cinta itu. Bila seseoarng mengobral cinta, maka orang itu merusak nilai cinta, yang berarti menurunkan martabat dirinya sendiri. Cinta yang berlanjut menimbulkan pengertian mesra atau kemesraan.
Kemesraan adalah perwujudan cinta. gereja, di candi bahkan ditempat-tempat yang dianggap keramat merupakan perwujudan dari pemujaan kepada Tuhan atau yang dianggap Tuhan.
Pemujaan-pemujaan itu sebenarnya karena manusia ingin berkomunikasi dengan Tuhanya, hal ini berarti manusia mohon ampun atas segala dosanya, mohon perlindungan, mohon dilimpahkan kebijaksanaan, agar ditunjukan jalan yang benar, mohon ditambahkan segala kekurangan yang ada padanya,dllnya. Bila setiap hari sekian kali manusia manusia memuja kebesaranya dan selalu dan selalu mohon apa yang kita inginkan, dan Tuhan selalu mengabulkan permintaan umat-Nya, maka wajarlah cinta manusia kepada Tuhan adalah cinta mutlak. Cinta yang tak dapat ditawar-tawar lagi, alangkah besar dosa kita, apabila kita tidak mencintai-Nya, meskipun hanya sekejap.
 
MAKNAPEMUJAAN
Pemujaan adalah perwujudan cinta manusia kepada Tuhan. kecintaan manusia kepada tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. hal ini, dikarenakan pemujaan kepada tuhan adalah inti dan makan kehidupan yang sebenarnya. penyebab hal itu terjadi adalah Tuhan pencipta alam semesta.
Macam-macam cinta itu sebenarnya banyak, namun Kak Law membatasi dan cuman menjelaskan secara garis besar saja. Kak Law hanya bisa menjelaskan  4 macam cinta yaitu : cinta sejati, cinta syahwat, cinta Tabi’at dan cinta maslahat.
 
1.   Cinta Sejati
Yaitu cinta kepada Allah semata, tidak ada cinta yang paling mulia kecuali hanya pada-Nya, tapi cinta ini hanya orang yang bener-bener bersungguh-sungguh bisa menjalaninya, karena diperlukan tekad yang kuat, keinginan yang bulat serta diri yang senantiasa jauh dari maksiat.

2.   Cinta Syahwat
Yaitu cinta seorang laki-laki pada perempuan atau perempuan pada laki-laki atas dasar keinginaan yang dalam serta tekad yang kuat untuk menjalani hubungan, cinta ini juga sering disebut cinta fitrah, cinta sudah dari sononya! Bingung khan! Mana aja boleh dech!. Hee
Contohnya : Ketika Nabi Yusuf dipungut oleh seorang raja, yang dimana raja ini beristrikan permaisuri, yang kecantikannya tak perlu dilabeli.“barang dagangan donk Kak Law ” hee… Yups benar dialah siti Zulaikha, yang kecantikan dan keindahann parasnya tak bisa digambarkan dengan kata-kata, keelokan wajahnya pun tak kalah jua, bahkan semut yang semula rapi berjalan, terhambur seketika! Mereka bersaing menjadi terdepan untuk melihat wajahnya yang cantik rupawan lagi menawan. “lebay bin lebok Kak Law ni”. Hee
Sobat Muda!.
Bener-bener menguji iman memang, bagaimana siti Zulaikha mengajak Nabi Yusuf untuk bermadu kasih, coba kita bayangkan! Siapa sich yang tidak akan tergoyahkan keimanannya kalau diajak sama wanita yang cantik lagi brilian, punya tahta dan kekuasaan. Tapi Nabi Yusuf mampu mengendalikanya, dengan lantang ia berkata, “ Aku takut pada Allah”. Singkat cerita akhirnya Nabi Yusuf tak tergoyahkan dan iapun mampu melarikan diri dari jebakan itu.
Kesimpulan: seandainya pada waktu itu, Nabi Yusuf menjadikan cinta syahwat diatas cinta sejati, maka kita pasti tahu apa yang akan terjadi, ”jwb sndiri dah”.heee,,,sungguh kita tdk akan pernah menemukan satu ayatpun dlm Al-Qur’an yang akan mengisahkan Nabi Yusuf. Karena seorang Nabi dan Rasul dikisahkan oleh Allah dalam Al-Qur’an karena mereka pernah mengukir sejarah dengan tinta emas, itulah mengapa Nabi Yusuf dikisahkan dalam Al-Qur’an. 

3.   Cinta Tabi’at
Cinta ini sering juga disebut cinta nafs (keturunan/keluarga) yaitu cinta orang tua kepada anaknya atau sebaliknya.
Contohnya : Nabi Ibrahim as telah memberikan contoh dan teladan yang baik dalam ketaatan kepada Allah, dia melaksanakan perintah Allah dengan ikhlas, sepenuh hati dikerjakan, hanya mengharap ridha Allah.
Dalam Al-Qur’an sudah dijelaskan oleh Allah dalam firmanNya :
Artinya : Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.(102). tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ).(103). dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim,(104). Sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.(105). Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.(106). dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.(107).(QS: As Shaaffat /37 : 102 – 107).
Dari ayat di atas, kita mendapatkan penjelasan bahwa Nabi Ibrahim as melaksanakan perintah Allah dengan baik, walaupun harus meyembelih anaknya sendiri.
Memang dalam kondisi semacam itu akan berat menerimanya, pilihan yang sulit memang, betapa tidak, sudah lama mengidam-idamkan anak, menunggu bertahun-tahun, bahkan berpuluh tahun, ketika sudah di dapat apa yang diharap, diperoleh apa yang diinginkan, seorang anak yang baik rupanya, sempurna akhlaknya, Ismail namanya, lantas ada perintah untuk menyembelih anak yang telah menjadi buah hati, penyejuk mata, sungguh berat ujian tersebut.
Tetapi, Nabi Ibrahim as dapat melalui ujian yang berat tersebut, karena dia tahu tentang skala prioritas dalam hidup ini, yaitu mengabdi kepada Allah, mendahulukan perintah Allah dari yang lainnya. Andai saja pada saat itu Nabi Ibrahim as lebih mengutamakan cinta tabi’at (keturunan) dari pada cinta kepada Allah, maka sungguh Nabi Ibrahim tidak akan pernah rela serta ridho akan menyemblih anaknya dan mungkin bisa saja kita tidak akan pernah mendengar kisahnya dalam Al-Qur’an sampai saat ini. Tapi dengan kesempurnaan cinta yang dimiliki, Nabi Ibrahim ikhlas mengerjakannya dan iapun dikisahkan dalam Al-Qur’an.

4.   Cinta Maslahat
Cinta jenis ini juga sering disebut cinta profesi, cinta mendadak! ada maunya, Sok kenal sok dekat dech pokoknya(SKSD). Sobat, lihat ketika senyum seorang pramugari kepada penumpang pesawat, mereka sengaja melempar senyuman. Tujuannya agar penumpang itu ketagihan dengan senyumnya hingga ia tak sadar ingin terus naik pesawat itu bila bepergian di lain hari, atau seorang penjaga toko pakaian, g’usah jauh-jauh kita ambil contoh, coba lihat! Mereka yg berjualan tak lepas dari kendali seorang wanita berparas body pakistan, aurat kelihatan, sok nampang deh seperti ikan hias yang sesak nafas. Inilah promosi modern! menjadikan wanita cantik sebagai promosi produknya, hingga tak jarang para wanita demi uang rela mmpertaruhkan kehormatannya!.
Contohnya : Tak asing lagi bagi kita, sosok Pemimpin yang mulia, yang akhlaknya adalah Al-Qur’an siapa lagi kalau bukan Nabi dan Rasul yang mulia Nabi Muhammad Sallahu’alahi wasallam. Ya Nabi yang terkenal dengan kearifan dan budi pekerti yang luhur, Nabi yang selalu menjadi teladan bagi setiap manusia.
Suatu ketika, Nabi sedang berjualan sarung, dimana sarungnya robek dikit..singkat cerita datanglah pembeli. “Saya mau beli ni wahai Muhammad”,,dengan jujur sambil senyum Rasul pun mengatakan,”ini sedikit punya cela”, pembeli itupun kaget, bagaimana tidak , ia baru pertama kali ini menemukan orang yang jujur berjualan seperti itu, “eeeh mau laku malah jujur barangnya rusak” kata pembeli sambil merasa kagum pada Rasulullah.
Tapi apa yang terjadi, akhirnya si pembeli itupun tak melihat celanya, yang dilihat betapa jujurnya Rasulullah berdagang, kemudian iapun membeli semua barang dagangan Rasulullah. Andai saja  pada waktu ini Rasulullah tidak mengedepankan cinta sejati ketimbang cinta maslahat, maka dengan gampangnya Rasul akan menipu pembeli itu, Rasul mampu menjadikan  cinta sejati diatas cinta segalanya,,klo tidak maka apa yang terjadi? Maka Rasulpun tidak akan segan berbohong kepada pembeli itu. sungguh Allah menceritakan kisahnya (Muhammad) dalam Al-Qur;an karena tdk terlepas dari kpribadiannya, ia jujur, santun, lemah lembut dan dengan itu pula Allah mengisahkannya dalam Al-Qur’an untuk menjadi suri tauladan bagi seluruh manusia.

Tugas ISD (Puisi tentang Kasih Sayang)

Warna abu-abu gelap dan hitam mengisi dunia di mana saya tinggal
 
Tidak ada perasaan lain yang mungkin bisa lebih buruk daripada ini
Dimana dulu sebuah ruangan yang penuh dengan tawa & Canda
Sekarang berdiri kesepian, kekosongan dan keputusasaan.
 
Kenangan Anda tampaknya merayap di sekitar sudut-sudut pikiran saya
Habisnya menghantui gambar wajah Anda yang tidak akan menurun
Sebuah besar emosi bahwa tubuh saya tidak dapat berisi
Mengisi jiwa saya dengan tak tertahankan, kesedihan kesedihan dan rasa sakit
 
Oh, Betapa aku merindukan untuk menahan Anda dalam pelukanku hanya sekali lagi
Dan memberitahu Anda bahwa hal-hal akan terjadi lagi, seperti sebelumnya
Tapi, sebagai penyerap kenyataan, aku tahu bahwa tidak akan pernah
Untuk pilihan yang saya buat dalam hidup saya telah disegel nasib kita
 
Tak seorang pun bisa membayangkan bagaimana celaka hati saya sakit
Dan bagaimana saya sangat menyesal bahwa Anda sudah harus membayar untuk kesalahan saya
Jika aku bisa kembali ke masa lalu, dan mengubah hanya satu kesalahan yang saya lakukan
Aku akan kembali ke Jam, untuk kedua, pada hari aku kehilangan Anda.
Anakku

ISD (Apa itu Keindahan)


Keindahan atau keelokan merupakan sifat dan ciri dari orang, hewan, tempat, objek, atau gagasan yang memberikan pengalaman persepsi kesenangan, bermakna, atau kepuasan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar atau elok. Keindahan dipelajari sebagai bagian dari estetika, sosiologi, psikologi sosial, dan budaya. Sebuah "kecantikan yang ideal" adalah sebuah entitas yang dikagumi, atau memiliki fitur yang dikaitkan dengan keindahan dalam suatu budaya tertentu, untuk kesempurnaannya.

Pengalaman "keindahan" sering melibatkan penafsiran beberapa entitas yang seimbang dan selaras dengan alam, yang dapat menyebabkan perasaan daya tarik dan ketenteraman emosional. Karena ini adalah pengalaman subyektif, sering dikatakan bahwa beauty is in the eye of the beholder atau "keindahan itu berada pada mata yang melihatnya.""[1]

Keindahan adalah sesuatu yang mendatangkan rasa sedang bagi yang melihatnya (Leo Tolstoy, pujangga Rusia), keindahan adalah sesuatu yang mendatangkan rasa senang (Humo, pujangga Inggris), dan keindahan adalah sesuatu yang paling banyak mendatangkan rasa senang (Hemsterhuis, pujangga Belanda)

Keindahan adalah susunan yang teratur dari bagian yang erat antara satu dengan lainnya (Baumgarten, pujangga Jerman), keindahan adalah sesuatu yang memiliki proporsi yang harmonis (Shaftesbury, pujangga Jerman), Keindahan adalah keserasian obyek dengan tujuannya (Emmanuel Kant).

Keindahan atau keserasian diwujudkan dalam bentuk ukuran, perpaduan, pertentangan atau keseimbangan. Ukuran segi panjang yang indah adalah 3 berbanding 5, perpaduan kulit yang gelap dengan baju yang berwarna lembut adalah serasi, pertentangan tinggi rendah atau keras lembutnya suara musik adalah indah dan keseimbangan yang tercipta dari seorang yang bertubuh tinggi mengenakan baju bergaris horisontal atau orang yang pendek mengenakan baju bergaris vertikal adalah serasi.

Keindahan berasal dari kata indah yang artinya bagus, cantik, atau elok. Indah sama dengan “beauty” (bahasa Inggris), “Beau” (bahasa Perancis) atau “Bello” (bahasa Italia). Keindahan dapat diartikan secara artistik, terbatas, dan luas.

Keindahan dalam arti artistik bersifat subyektif, artinya keindahan tersebut merupakan hasil hubungan antara pikiran dengan benda yang diamati. Keindahan artistik ditentukan oleh unsur dinamis berupa kesan yang berubah akibat dunia yang selalu berubah-ubah.Unsur dinamis menyebabkan keindahan artistik juga dinamis, artinya kendahan dinilai sesuai dengan tempat dan jamannya. Dengan demikian, keindahan dalam arti artistik merupakan hasil hubungan antara pikiran dengan benda yang diamati yang selalu berubah kesannya sesuai tempat dan jamannya.

Keindahan dalam arti artistik disebut juga dengan keindahan seni yang merupakan pengutaraan isi jiwa atau perasaan sang penciptanya. Isi jiwa manusia dapat berbentuk rasa indah, rasa lucu (kosmis), rasa sedih (tragis) rasa gaib (magic) dan sebagainya. Hasil karya seni mencerminkan isi jiwa sang penciptanya dan mengungkapkan keindahan dalam arti artistik (seni).

Menurut Profesor Bruyne, seni adalah perpaduan perasaan dan pengetahuan yang disebut intuisi atau perasaan yang matang yang lahir dengan sendirinya dan diwujudkan dalam bentuk karya seni nyata. Puisi “Aku” karangan Chairil Anwar yang merupakan karya seni puisi baru dan sebagai bentuk protes terhadap karya seni yang berlaku pada masa itu. Lukisan “Monalisa” karya Leonardo da Vinci membawa pesan bahwa wanita cantik akan selalu menarik dan menggambarkan keagungan Tuhan yang menganugerahkan kecantikan pada seorang wanita.

Keindahan dalam arti seni berbeda dengan keindahan dalam arti terbatas yang bersifat obyektif dan dipengaruhi unsur statis. Unsur statis merupakan ciri estetis yang melekat pada bentuk dan warna suatu benda sehingga relatif tetap dari masa ke masa dan di semua tempat.

Ciri estetis pada keindahan dalam arti terbatas diperoleh dari kebiasaan manusia dalam berpikir, merasa dan akhirnya mengambil sikap. Bentuk sikap yang muncul, misalnya senang-benci, puas-kecewa, dan sebagainya. Sikap-sikap tersebut dipengaruhi oleh kepekaan seseorang dalam melihat bentuk dan warna yang menimbulkan rasa senang. Inilah yang dimaksud keindadahan dalam arti terbatas.

 
Dalam arti luas, keindahan adalah segala yang baik seperti keindahan alam atau keindahan moral. Sikap yang halus, lembut, sopan atau beradab merupakan keindahan moral. Keindahan juga diartikan sebagai segala yang wajar, artinya lukisan wanita yang lebih cantik dari wajah aslinya tidaklah indah, karena lukisan tersebut kurang wajar.
Keindahan moral, seperti sikap yang halus, lembut, sopan, atau beradab dapat ditunjukkan oleh anggota badan, cara berbahasa serta perpaduan pikiran perasaan dan kemauan.

Sikap yang halus dapat ditunjukkan oleh anggota badan seperti kaki, tangan, kepala, bahu, bibir, mulut, mata, atau muka. Kaki melipat atau mengangkang menunjukan sifat tidak halus. Demikian pula dengan cara meraba atau menjabat tangan, kepala yang menunduk atau mengangguk, bahu yang terbuka atau mengangkat, bibir yang dimencongkan atau dimonyongkan, mulut yang mengatup atau menganga, mata yang melirik atau terbelalak, muka yang berseri ditengah musibah atau berkerut di saat orang sedang senang dan sebagainya menunjukan sifat-sifat yang tidak halus, tidak sopan atau tidak beradab.

Untuk menampilkan sikap yang halus seseorang dapat menunjukkannya dengan cara berbahasa, yakni dengan pilihan kata yang sopan dan tidak kotor, susunan kalimat yang tidak kacau, rangkaian kalimat yang teratur, nada suara yang sesuai keadaan untuk tinggi maupun rendahnya, serta irama suara yang sesuai, keras atau lembutnya.

Sikap halus juga dapat ditunjukkan oleh perpaduan pikiran perasaan dan kemauan atau perpaduan cipta, rasa dan karsa. Perpaduan tersebut dinamakan Trias dinamika yang mempengaruhi sikap seseorang. Pikiran yang kusut menyebabkan seseorang terlihat murung, perasaan yang riang menyebabkan seseorang terlihat lincah dan adanya kemauan menyebabkan seseorang melakukan sesuatu.

Yang di maksud dengan keserasian adalah kemampuan menata sesuatu yang dapat dinikmati orang lain karena indah. Keserasian itu dikatakan indah karena cocok, sesuai, pantas, serta keterpaduan beberapa kualitas. Dalam hubungannya dengan keindahan, keserasian memiliki makna perpaduan antara berbagai unsur yang menjadi satu sehingga menimbulkan satu bentuk keindahan. Sehingga keserasian memiliki hubungan yang erat kaintannya dengan keindahan, tanpa adanya keserasian, keindahan tidak akan terwujud

     keserasian adalah kecocokan yang mengandung unsur perpaduan, pertentangan, ukuran dan kesimbangan, yang terdiri dari:

·         Teori Objectif

berpendapat bahwa keindahan atau ciri-ciri yang menciptak nilai estetika adalah sifat (kulitas) yang memang melekat dalam bentuk indah yang bersangkutan, terlepas dari orang yang mengamatinya.Pendukung teori objectif adalah Plato, Hegel
 

·      Teori Subjectif

menyatakan bahwa ciri-ciri yang menciptakan keindahan suatu benda itu tidak ada, yang ada hanya perasaan dalam diri sesorang yang mengamati suatu benda

·         Teori Perimbangan

Dalam arti yang terbatas yakni secara kualitatif yang di ungkapkan dengan angka-angka, keindahan hanyalah kesan yang subjectif sifatnya dan berpendapat bahwa keindahan sesungguhnya tercipta dan tidak ada keteraturan yakni tersusun dari daya hidup, penggembaraan, pelimpahan dan pengungkapan perasaan

 Asas Keserasian
Asas Keserasian mengandung pengertian harmoni dalam interaksi antara pengguna jasa dan penyedia jasa dalam penyelenggaraan pekerjaan konstruksi yang berwawasan lingkungan untuk menghasilkan produk yang berkualitas dan bermanfaat tinggi.



Keindahan itu pada dasamya adalah alamiah. Alam ciptaan Tuhan. lni berarti bahwa keindahan itu ciptaan Tuhan. Alamiah artinya wajar, tidak berlebihan tidak pula kurang. Kalau pelukis melukis wanita lebih cantik dari keadaan sebenamya, justru tidak indah. Pengungkapan keindahan dalam karya seni didasari oleh motivasi tertentu dan dengan tujuan tertentu pula. Motivasi itu dapat berupa pengalaman atau kenyataan mengenai penderitaan hidup manusia, mengenai kemerosotan moral, mengenai perubahan nilai-nilai dalam masyarakat, mengenai keagungan Tuhan, dan banyak lagi lainnya. Berikut ini akan dicoba menguraikan alasan/motivasi dan tujuan seniman menciptakan keindahan.

1) Tata nilai yang telah usang

Tata nilai yang terjelma dalam adat istiadat ada yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan, sehingga dirasakan sebagai hambatan yang merugikan dan mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan, misalnya kawin paksa.

2) Kemerosotan Zaman

Keadaan yang merendahkan derajad dan nilai kcmanusiaan ditandai dengan kemerosotan moral. Kemerosotan moral dapat diketahui dari tingkah laku dan perbuatan manusia yang bejad terutama dari segi kebutuhan seksual.

Sebagai contoh ialah karya seni berupa sajak yang dikemukakan oleh W.S.Rendra berjudul “Bersatulah Pelacur-pelacur Kota Jakarta”. Di sini pengarang memprotes perbuatan bejad para pejabat, yang merendahkan derajad wanita dengan mengatakan sebagai inspirasi revolusi, tetapi tidak lebih dari pelacur.

3) penderitaan manusia

Banyak faktor yang membuat manusia itu menderita. Tetapi yang paling menentukan ialah faktor manusia itu sendiri. Manusialah yang membuat orang menderita sebagai akibat nafsu ingin berkuasa. serakah, tidak berhati-hati dan sebagainya.

Keadaan demikian ini tidak mempunyai daya tarik dan tidak menyenangkan, karena nilai kemanusiaan telah diabaikan, dan dikatakan tidak indah. Yang tidak indah itu harus dilenyapkan karena tidak bermanfaat bagi kemanusiaan.

4) Keagungan Tuhan

Keagungan Tuhan dapat dibuktikan melalui keindahan alam dan keteraturan alam semesta serta kejadian-kejadian alam. Keindahan alam merupakan keindahan mutlak ciptaan Tuhan. Manusia hanya dapat meniru saja keindahan ciptaan Tuhan itu. Seindah-indah tinian terhadap ciptaan Tuhan, tidak akan menyamai keindahan ciptaan Tuhan itu sendiri. Kecantikan seorang wanita ciptaan Tuhan membuat kagum seniman Leonardo da Vinci. Karena itu ia berusaha meniru ciptaan Tuhan dengan melukis Monalisa sebagai wanita cantik. Lukisan monalisa sangat terkenal karena menarik dan tidak membosankan.

Pengertian ERP, Macam-macam ERP dan Mengaplikasikan ERP

  ERP (Enterprise Resource Planning) Merupakan sebuah software yang berfungsi untuk mengelola berbagai aktivitas manajemen proses bisnis d...