BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Makalah ini ditujukan pembaca agar dapat memahami
Etika berhubungan dengan perilaku manusia. Manusia itu yakin dan wajib berbuat
baik dan menghindari yang jahat. Dalam etika dipermasalahkan hal-hal seperti:
apakah yang disebut baik itu, apakah yang buruk itu, apakah ukuran baik dan
buruk itu, apakah suara batin itu, mengapa orang terikat pada kesusilaan.
Kemudian selain itu untuk mengetahui etika profesionalisme dalam bekerja dan
minat masyarakat terhadap etika computer.
1.2 Tujuan
Berdasarkan latar belakang diatas
maka tujuan dalam penulisan makalah sebagai berikut :
·
Sebagai media untuk mengetahui apa yang dimaksud
dengan etika dan profesionalisme dalam lingkup sosial dan pekerjaan
·
Untuk mengetahui tujuan etika dan profesionalisme
dalam sistem informasi
·
Sebagai informasi untuk mengetahui apa saja yang
dilakukan serta kemampuan seorang DBA
·
Untuk mengetahui kaitan antara pekerjaan DBA dengan
etika & profesionalisme
1.3 Ruang Lingkup
Ruang lingkup dari penulisan makalah ini adalah
mencakup aspek tentang etika dan profesionalisme dalam system informasi dan
pengertian DBA.
1.4 Sumber Data
a.
Referensi penjelasan etika dan profesionalisme dan
penerapannya dalam system informasi
b.
Referensi penjelasan mengenai DBA
1.5 Metode
Metode
yang digunakan dalam penulisan makalah ini adalah dengan menggunakan metode tinjauan
dari beberapa sumber di internet yang berkompeten dalam permasalahan etika
& profesionalisme dan penerapan dalam system informasi.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 ETIKA DAN PROFESIONALISME DALAM
SISTEM INFORMASI
Etika
berhubungan dengan perilaku manusia. Manusia itu yakin dan wajib berbuat baik
dan menghindari yang jahat. Oleh karena itu dalam etika mempermasalahkan
hal-hal seperti: apakah yang disebut baik itu, apakah yang buruk itu, apakah
ukuran baik dan buruk itu, apakah suara batin itu, mengapa orang terikat pada
kesusilaan.Profesionalisme adalah suatu kemampuan yang dianggap berbeda dalam
menjalankan suatu pekerjaan .
Profesionalisme
dapat diartikan juga dengan suatu keahlian dalam penanganan suatu masalah atau
pekerjaan dengan hasil yang maksimal dikarenakan telah menguasai bidang yang
dijalankan tersebut.
Tiga alasan utama minat masyarakat
yang tinggi pada etika komputer:
1. Kelenturan logika (logical malleability), kemampuan
memrograman komputer untuk melakukan apa pun yang kita inginkan.
2. Faktor transformasi (transformation factors), Contoh
fasilitas e-mail yang bisa sampai tujuan dan dapat dibuka atau dibaca dimanapun
kita berada,
3. Faktor tak kasat mata (invisibility factors). semua
operasi internal komputer tersembunyi dari penglihatan, yang membuka peluang
pada nilai-nilai pemrograman yang tidak terlihat, perhitungan yang rumit
terlihat dan penyalahgunaan yang tidak tampak.
2.1.1 Tujuan digunakannya Etika
dalam Teknologi Sistem Informasi
·
Mampu
memetakan permasalahan yang timbul akibat penggunaan teknologi informasi itu
sendiri.
·
Mampu
menginventarisasikan dan mengidentifikasikan etika dalam teknologi informasi.
·
Mampu
menemukan masalah dalam penerapan etika teknologi informasi.
2.1.2 Penerapkan Etika dan
Profesionalisme Teknologi Sistem Informasi
Harus
dilakukan oleh semua pihak yang terlibat dalam Teknologi Sistem Informasi
seperti yang telah disebutkan sebelumnya, setiap orang yang hendak menggunakan
teknologi sistem informasi tertentu harus mempertimbangkan untuk menggunakan
etika dan profesionalisme Teknologi Sistem Informasi, sehingga pengguna etika
dan profesionalisme Teknologi Sistem Informasi ini tentunya adalah semua elemen
di dalam suatu lingkungan kerja yang akan dan telah menggunakan Teknologi
Sistem Informasi untuk menghindari adanya isu-isu etika dalam pemanfaatan TI.
Sebagai
seorang yang profesional, kita mempunyai tanggung jawab moral untuk
mempromosikan etika penggunaan teknologi informasi di setiap kesempatan
dantempat khususnya tempat kita bekerja. Hal itu termasuk melaksanakan peran
kita dengan baik sebagai suatu sumber daya manusia yang penting di dalam sistem
bisnis dalam organisasi.
2.1.3 Pengertian Database Administrator
Database Administrator adalah seseorang yang bekerja dalam memanage sebuah database dalam jaringan Organisasi.
Peran Database Administrator adalah
untuk merancang, memasang, mengelola, dan perusahaan mengoptimalkan server dan
komponen terkait untuk mencapai kinerja yang tinggi dari berbagai aplikasi
bisnis yang didukung oleh tuning server yang diperlukan. Ini termasuk
memastikan ketersediaan aplikasi client / server, mengkonfigurasi semua
implementasi baru, dan mengembangkan proses dan prosedur untuk manajemen
berkelanjutan lingkungan server. Mana yang berlaku, Administrator Server akan
membantu dalam mengawasi keamanan fisik, integritas, dan keamanan dari pusat
data / server .
Database
administrator bertanggungjawab terhadap performance, integeritas, dan keamanan
dari database. Peran tambahan yang diperlukan kemungkinan besar termasuk
perencanaan, pembangunan (development), troubleshooting.
Pendekatan database mengikuti beberapa
prinsip:
* Data tetap konsisten dalam
database
* Data terdefinisi dengan jelas
* User mengakses data secara
bersamaan, dalam bentuk yang cocok untuk mereka
* Ada ketentuan untuk keamanan data
dan recovery control (semua dapat masih dapat diperoleh dalam keadaaan darurat)
Peran database administrator
meningkat berdasarkan database dan proses yang dikelola dan kemampuan dari
database management system (DBMS).
Tingkatan DBA
• Database Analysts/Query
Designers
• Junior DBAs
• Midlevel DBAs
• DBA Consultan
Skill
atau kemampuan yang harus dimiliki seorang DBAs
Peran Database Adminitrator meningkat berdasarkan database dan proses yan dikelola dan kemampuan dari database management system (DBMS). Skill yang harus dimiliki seorang DBA :
Peran Database Adminitrator meningkat berdasarkan database dan proses yan dikelola dan kemampuan dari database management system (DBMS). Skill yang harus dimiliki seorang DBA :
• Backup
Recovery
• Database
Security
• Availibilty
Management
• Database
Performance Tuning
• Integrity
of Data
• Developer
Assistant
Untuk dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, seorang DBA
harus memiliki kemampuan sebagai berikut :
• Memiliki pengetahuan mengenai database yang
digunakan, termasuk juga tools dan utilities-nya.
• Memiliki
pemahaman mengenai design database
• Memiliki
kemampuan tuning dan monitoring terhadap database
• Memiliki
kemampuan backup dan recovery
• Memiliki
pengetahuan mengenai security management
• Kemampuan
dasar seorang IT-Pro harus dimilki
• Kemampuan
komunikasi, teamwork, dan negosiasi
• Kemampuan
problem-solving dan analytical yang bagus
• Familiar
dengan bahasa manipulasi utama dan prinsip dari perancangandatabase
• Fleksibilitas
dan adaptabilitas
• Kemampuan
organisasional yang bagus
• Mampu
untuk bekerja dibawah tekanan pada deadline yang sempit
• Business
awareness dan mengerti keperluan bisnis dari IT
• Kemauan
untuk tetap up to date dengan perkembangan teknologi baru
• Komitmen
untuk melanjutkan professional development
• Mengerti
perundang-undangan informasi, contoh Data Protection Act
Aktivitas Kerja Database
Administrator (DBA Activity)
Kerja dari database administrator (DBA) tergantung organisasi yang mempekerjakannya dan tingkat tanggung jawab pada jabatan. Tanggung jawab khusus barangkali hanya maintenance atau terlibat khusus dalam database development.
Kerja dari database administrator (DBA) tergantung organisasi yang mempekerjakannya dan tingkat tanggung jawab pada jabatan. Tanggung jawab khusus barangkali hanya maintenance atau terlibat khusus dalam database development.
Tanggung jawab khusus tersebut meliputi:
·
Menentukan
kebutuhan dari user dan memonitor akses user dan keamanan
·
Memonitor
rganizatio dan mengatur parameter untuk menyediakan respon query yang cepat ke
front end user
·
Merencanakan
conceptual design untuk database yang sudah direncanakan dalam bagan
·
Memikirkan
kedua back end rganization dari data dan aksesibilitas front end untuk end user
·
Memperhalus
logical design sehingga dapat diterjemahkan ke dalam model data tertentu
·
Memperhalus
lebih jauh physical design untuk memenuhi syarat penyimpanan system
·
Memasang
dan menguji versi baru dari database management system (DBMS)
·
Memelihara
standar data, termasuk ketaatan (adherence) pada Data Protection Act
·
Membuat
dokumentasi database, termasuk standar data, prosedur dan definisi untuk kamus
data (metadata)
·
Mengontrol
izin akses dan hak
·
Men-develop,
mengatur dan menguji perencanaan backup dan recovery
·
Menjamin
penyimpanan, pengarsipan, backup dan prosedur recoveryberfungsi dengan benar
·
Perencanaan
kapasitas
·
Bekerja
dekat dengan manajer proyek IT, database programmer dan web developer
·
Berkomunikasi
secara tetap dengan staff teknis, aplikasi dan operasional untuk menjamin
keutuhan dana keamanan database
·
Mempersiapkan
dan memasang aplikasi baru
Etika Profesi Database Administrator
• Menjaga rahasia database dimana tempat kita bekerja
• Apabila kita berhenti dari suatu perusahaan, dan masuk ke perusahaan lain kita tidak boleh membocorkan rahasia dari perusahaan lama
• Apabila kita berhenti dari suatu perusahaan, dan masuk ke perusahaan lain kita tidak boleh membocorkan rahasia dari perusahaan lama
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari hasil pembahasan tentang Etika
dan Profesionalisme Dalam Sistem Informasi, maka diambil kesimpulan :
Dengan adanya etika dan profesionalisme yang diterapkan
dalam sistem informasi maka didapat
tanggung jawab moral untuk mempromosikan etika penggunaan teknologi
informasi di setiap kesempatan dan tempat khususnya tempat kita bekerja. Hal
itu termasuk melaksanakan peran kita dengan baik sebagai suatu sumber daya
manusia yang penting di dalam sistem bisnis dalam organisasi.
BAB IV
DAFTAR PUSTAKA
https://yusniaalfisyahrin.wordpress.com/2011/07/09/etika_profesi_dba/
http://nixonmarojahan.wordpress.com/2015/04/16/etika-dan-profesionalisme-sistem-informasi/
